KERINCI, Portalone.net – Sektor komoditas unggulan Provinsi Jambi kembali menorehkan prestasi di pasar internasional. Sebanyak 20 ton Kopi Fine Robusta asal Kabupaten Kerinci resmi diberangkatkan untuk memenuhi permintaan pasar di Tiongkok.
Produk kopi tersebut merupakan hasil budi daya para petani yang tergabung dalam Koperasi Agro Forestry, Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. Seremoni pelepasan ekspor ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Bupati Kerinci Monadi dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, yang mewakili Gubernur Jambi.
Ariansyah memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia (BI) Wilayah Jambi. Menurutnya, pendampingan intensif yang dilakukan pihak BI selama ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas biji kopi Kerinci hingga layak menembus pasar global.
“Kita mengapresiasi Bank Indonesia Wilayah Jambi yang telah membina petani. Pendampingan ini terbukti mampu meningkatkan kualitas kopi hingga memiliki daya saing tinggi di pasar internasional,” ujar Ariansyah dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Keberhasilan ekspor ini dinilai sebagai bukti nyata efektivitas kolaborasi antara petani, pemerintah, dan lembaga pendamping dalam menggerakkan sektor perkebunan daerah. Kopi asal Kerinci kini semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu komoditas andalan dari Provinsi Jambi.
Target Ekspor Lewat Pelabuhan Jambi
Meski ekspor perdana ini berjalan lancar, pemerintah menyadari masih adanya tantangan logistik. Saat ini, pengiriman kopi ke Tiongkok masih harus melalui Pelabuhan Belawan di Medan, Sumatera Utara.
Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan agar ke depan, aktivitas ekspor komoditas unggulan daerah dapat dilakukan langsung melalui pelabuhan di Provinsi Jambi. Langkah ini diharapkan mampu menekan biaya logistik sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ke depannya, kita harapkan mereka melakukan ekspor lewat pelabuhan Jambi. Selain memperkuat posisi tawar daerah, ini juga akan berdampak pada peningkatan PAD,” pungkas Ariansyah.
Pencapaian ini menjadi angin segar bagi para petani di Kabupaten Kerinci, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kopi berkualitas di tanah air, untuk terus meningkatkan standar produk mereka di masa depan.
