Portalone.net – Sepak bola memang panggung yang gemar menuliskan skenario paling mustahil. Setelah 21 tahun pengabdian panjang bagi tim nasional Argentina ditandai dengan 204 caps, 125 gol, dua gelar Copa America, dan mahkota Piala Dunia Lionel Messi akhirnya akan menuntaskan satu “utang” sejarah menghadapi Inggris.
Untuk pertama kalinya dalam karier internasionalnya yang legendaris, La Pulga akan bersinggungan dengan The Three Lions di lapangan hijau. Momen krusial ini tersaji di panggung paling megah, semifinal Piala Dunia 2026, yang akan dihelat di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Meski belum pernah bersua di level timnas, nama Messi bukanlah sosok asing bagi publik Inggris. Selama bertahun-tahun di Liga Champions, Messi adalah momok yang menghantui klub-klub Premier League. Chelsea, Liverpool, Manchester City, Arsenal, hingga Manchester United telah merasakan pahitnya magis kaki kiri sang megabintang.
Momen puncak kebencian pendukung Inggris terhadap Messi tentu tersimpan dalam memori final Liga Champions 2009 dan 2011, di mana sang kapten Argentina menjadi eksekutor yang memupus mimpi Manchester United untuk merajai Eropa.
Kini, narasi tersebut bergeser ke ranah nasional. Inggris bukan sekadar lawan, mereka adalah tembok penghalang bagi misi Messi untuk kembali memeluk trofi emas dunia.
Argentina melangkah ke empat besar dengan penuh percaya diri usai menyingkirkan Swiss 3-1. Di sisi lain, Inggris datang dengan mentalitas baja setelah memulangkan Norwegia melalui pertarungan ketat 2-1.
Pertarungan di Atlanta ini bukan sekadar berebut tiket final, melainkan pertaruhan gengsi antara dua raksasa sepak bola yang selama ini jarang bersinggungan di turnamen resmi.
Di sisi lain bagan semifinal, Prancis dan Spanyol juga bersiap melakoni “perang saudara” Eropa yang dijadwalkan berlangsung sehari sebelumnya, Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB.
Dunia kini tertuju pada satu pertanyaan: akankah Messi menambah bab baru dalam sejarahnya dengan menaklukkan Inggris, atau justru The Three Lions yang akan menghentikan langkah sang legenda di ambang pintu final?
