Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pekerja Lapangan Mulai Pertimbangkan Beralih ke BBM Subsidi

Ilustrasi Dampak Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi di Tingkat Konsumen. (Dok)

Portalone.net – Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang diberlakukan PT Pertamina Patra Niaga per Rabu (10/6/2026) memicu keresahan di kalangan masyarakat, khususnya bagi pekerja dengan mobilitas tinggi. Kenaikan harga menjadi Rp16.250 per liter dinilai memberikan tekanan baru bagi pengeluaran rumah tangga.

Yosef Krisna (28), seorang pekerja lapangan yang mengandalkan sepeda motor untuk mobilitas harian antara Bogor dan Jakarta, mengungkapkan bahwa kenaikan ini memaksa dirinya memutar otak untuk mengatur ulang anggaran bulanan.

“Biasanya saya menghabiskan sekitar Rp500 ribu per bulan. Dengan harga baru ini, pengeluaran saya membengkak menjadi sekitar Rp650 ribu. Bagi saya yang harus mengatur pengeluaran harian dengan ketat, tambahan Rp150 ribu itu cukup signifikan,” ujar Yosef.

Meski demikian, Yosef mengaku belum bersedia beralih ke Pertalite dalam waktu dekat. Ia memilih untuk memantau dampak kenaikan ini terhadap kondisi keuangannya sebelum mengambil keputusan akhir. “Saya tidak mau gegabah. Saya jalani dulu, tapi jika nantinya memang benar-benar membuat dompet kering, mau tidak mau saya harus berpindah ke Pertalite,” tambahnya.

Dilema serupa dirasakan oleh Rama (27). Selain persoalan lonjakan harga, ia menyoroti fenomena antrean panjang di SPBU yang kini terjadi merata, baik di pengisian Pertamax maupun Pertalite.

“Jujur saya bimbang. Selisih harga membuat saya mempertimbangkan untuk beralih ke Pertalite. Lagipula, antrean Pertamax saat ini sudah sama panjangnya dengan BBM bersubsidi, sehingga keuntungan membeli produk nonsubsidi terasa kurang sepadan dengan waktu tunggu yang lama,” keluh Rama.

Penyesuaian Harga oleh Pertamina

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selain itu, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil setelah melalui proses evaluasi berdasarkan formula harga yang ditetapkan pemerintah.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” jelas Roberth.

Sementara itu, Pertamina menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan. Begitu pula dengan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite yang tetap dipatok di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar di harga Rp6.800 per liter.

Berikut adalah daftar harga terbaru BBM nonsubsidi Pertamina per 10 Juni 2026:

Pertamax Series
– Pertamax: dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter (Naik)
– Pertamax Green 95: dari Rp 12.900 menjadi Rp 17 ribu per liter. (Naik)
– Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter (tetap)

Dex Series
Dexlite (CN 51): Rp23 ribu per liter (tetap)
Pertamina Dex (CN 53): Rp 24.800 per liter (tetap)

Pertamina mengimbau masyarakat untuk memantau informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi perusahaan, media sosial Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan