Portalone.net – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Satu orang pasien dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RSUD Kota Bekasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka cita tersebut usai menjenguk para korban di RSUD Kota Bekasi pada Rabu (29/4/2026).
“Pasiennya kalau secara umum sudah membaik, tinggal yang di ICU tiga orang. Dari tiga orang itu, satu sudah meninggal dunia. Jadi tinggal dua orang lagi, mudah-mudahan bisa sembuh,” ujar Dedi kepada awak media.
Kondisi Korban di RSUD Kota Bekasi
Dalam kunjungannya, Dedi sempat berinteraksi langsung dengan beberapa korban yang kondisinya mulai stabil. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pasien sudah menunjukkan perkembangan positif secara psikologis maupun fisik.
“Kalau yang lainnya sudah bisa senyum, sudah bisa saya ajak bicara,” imbuhnya.
Senada dengan Gubernur, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, mengonfirmasi adanya tambahan korban jiwa tersebut. Berdasarkan data terbaru per Rabu ini, RSUD Kota Bekasi masih merawat puluhan korban luka.
“Hari ini, pasien yang dirawat di kami ada 22 orang. Satu baru saja datang tadi di IGD. Dari 22 orang ini, tiga di antaranya berada di ICU dan qadarullah satu baru saja meninggal dunia,” jelas Ellya.
Update Penanganan Medis
Pihak rumah sakit terus berupaya memberikan penanganan maksimal, terutama bagi korban yang mengalami luka berat. Ellya menjelaskan bahwa mayoritas pasien yang berada di ruang ICU telah melewati prosedur pembedahan.
Baca Juga:
-
Total Pasien Dirawat: 22 orang.
-
Pasien ICU: 2 orang (setelah 1 orang meninggal dunia).
-
Status Medis: Mayoritas pasien ICU merupakan pasien pasca-operasi.
Kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL ini terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Sebelumnya, PT KAI merilis data bahwa hingga Selasa (28/4), terdapat 15 korban jiwa. Dengan tambahan satu korban di RSUD Kota Bekasi hari ini, total korban meninggal dunia kini menjadi 16 orang.
Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi mendalam terkait penyebab pasti tabrakan yang terjadi di area Stasiun Bekasi Timur tersebut.






