Portalone.net – Gebrakan Apple merilis laptop “murah” berbuah manis. MacBook Neo, lini laptop paling terjangkau yang pernah dibuat raksasa Cupertino tersebut, dilaporkan ludes terjual untuk stok bulan April. Konsumen yang baru mau memesan sekarang nampaknya harus ekstra sabar.
Pantauan di situs resmi Apple, Minggu (26/4/2026), setiap model MacBook Neo kini menampilkan estimasi pengiriman dua hingga tiga minggu ke depan. Artinya, unit baru akan sampai ke tangan pembeli pada bulan Mei mendatang.
Fenomena “kelangkaan” ini sebenarnya sudah terendus sejak masa pre-order dibuka 4 Maret lalu. Hanya selang seminggu setelah peluncuran resminya pada 11 Maret 2026, tanggal estimasi pengiriman langsung bergeser mundur dengan cepat.
CEO Apple, Tim Cook, bahkan sampai turun gunung merayakan kesuksesan ini. Lewat unggahannya di platform X (dahulu Twitter), Cook menyebut lini Mac baru saja mencatatkan minggu peluncuran terbaik sepanjang sejarah bagi pengguna baru.
Spek ‘Gahar’ Harga Pelajar
Apa yang bikin MacBook Neo begitu diburu? Jawabannya jelas: Harga yang “merusak” pasar. Apple membanderol laptop ini seharga US$ 599 (sekitar Rp 9,4 jutaan) untuk umum, dan hanya US$ 499 (sekitar Rp 7,8 jutaan) untuk sektor pendidikan.
Meski murah, jeroannya tak main-main. MacBook Neo ditenagai cip A18 Pro—prosesor yang awalnya didesain untuk iPhone 16 Pro. Spesifikasi lainnya pun cukup menggoda:
-
Layar: 13 inci Liquid Retina.
-
Desain: Fanless (tanpa kipas) berbahan aluminium minimalis.
-
Baterai: Awet hingga 16 jam pemakaian.
-
Penyimpanan: Varian dasar 256GB, dan opsi 512GB seharga US$ 699 yang sudah dilengkapi Touch ID.
Tak cuma soal performa, laptop ini juga “hijau”. Sebanyak 60 persen materialnya berasal dari bahan daur ulang, termasuk 90 persen aluminium dan 100 persen kobalt pada baterainya.
Apple Rela ‘Bakar Duit’ Demi Ekosistem
Langkah Apple menjual laptop murah ini disebut sebagai strategi “buang untung” atau korbankan margin demi menguasai pasar. Analis Bank of America, Wamsi Mohan, menyebut Apple ingin mencaplok pasar laptop anggaran (US$ 300 – US$ 800) yang nilainya mencapai US$ 32 miliar di tahun 2026.
Analis independen Jay Goldberg memperingatkan bahwa margin keuntungan perangkat keras Apple bisa anjlok ke angka awal 30 persen. Namun, kerugian itu diprediksi bakal tertutup oleh moncernya divisi layanan Apple (App Store, Apple One, dll) yang mencatat margin kotor hingga 76,5 persen.
Intinya, MacBook Neo adalah “pintu masuk”. Begitu konsumen memakai Mac, mereka diharapkan bakal berlangganan layanan Apple atau bahkan tergoda membeli iPhone.
Bikin Pusing Lenovo Hingga Dell
Kehadiran MacBook Neo otomatis jadi mimpi buruk bagi produsen laptop Windows. Saat ini, vendor seperti Lenovo, HP, dan Dell tengah pusing menghadapi kenaikan harga komponen memori global yang membengkak hingga US$ 165 per unit.
Di saat vendor lain terpaksa menaikkan harga atau memangkas spesifikasi, Apple justru meluncurkan produk murah dengan spesifikasi tinggi. Efeknya instan: laporan Gartner menyebut Apple berhasil menjual 6,7 juta unit Mac di Q1 2026, tumbuh 12,7 persen dibanding tahun lalu.
Bahkan, kompetitor asal China, Huawei, dikabarkan tengah menyiapkan “tandingan” bernama MateBook Neo dengan harga US$ 575 demi menjegal dominasi baru Apple di segmen murah ini.






