Trump Klaim Iran di Ambang ‘Kolaps’, Desak Pembukaan Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump saat memberikan keterangan pers terkait situasi terkini di Timur Tengah. (AFP/Getty Images)

Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah menerima pesan langsung dari pihak Iran yang menyatakan bahwa negara tersebut tengah berada dalam kondisi “kolaps”. Trump menyebut Teheran kini sedang mencari jalan keluar atas krisis kepemimpinan yang melanda.

Pernyataan ini disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Selasa (28/4) waktu setempat.

“Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam ‘Keadaan Kolaps’. Mereka ingin kami ‘Membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka,” tulis Trump sebagaimana dikutip dari Reuters dan Al Arabiya English, Rabu (29/4).

Dalam unggahan yang sama, Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan mampu menyelesaikan masalah internal tersebut. Meski demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai saluran komunikasi yang digunakan Iran untuk menyampaikan pesan tersebut kepada Gedung Putih.

Kebuntuan Negosiasi Nuklir

Klaim Trump ini mencuat di tengah kebuntuan negosiasi untuk mengakhiri konflik di kawasan. Hubungan kedua negara semakin tegang setelah Trump dilaporkan menolak proposal terbaru dari Teheran.

Poin utama perselisihan terletak pada urutan prioritas pembahasan. Iran mengajukan proposal untuk menunda pembahasan program nuklir hingga konflik fisik berakhir dan sengketa pengiriman barang di Teluk tuntas.

Sebaliknya, Trump bersikeras agar isu nuklir menjadi agenda utama yang diselesaikan di awal. “Trump ingin masalah nuklir ditangani sejak awal,” ujar seorang pejabat AS yang mengetahui isi pertemuan Trump dengan para penasihatnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai catatan, AS di bawah kepemimpinan Trump pada masa jabatan pertamanya telah menarik diri secara sepihak dari kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA), yang sebelumnya membatasi ketat aktivitas nuklir Teheran.

Syarat dari Iran

Di sisi lain, Iran melalui Duta Besar untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan posisi mereka dalam sesi Dewan Keamanan PBB. Iran menuntut “jaminan kredibel” dari AS dan Israel agar tidak ada lagi serangan di masa depan sebelum mereka berkomitmen pada keamanan kawasan Teluk.

“Stabilitas yang langgeng hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang permanen terhadap Iran, dilengkapi jaminan kredibel untuk tidak terulangnya serangan,” tegas Iravani di markas PBB, New York.

Pernyataan Iravani ini muncul setelah puluhan negara mengecam tindakan Iran yang mengambil alih kendali atas Selat Hormuz, jalur logistik minyak global yang sangat krusial. Iran bersikeras bahwa langkah tersebut berkaitan dengan penghormatan terhadap kedaulatan dan hak-hak sah mereka.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait