JAMBI, Portalone.net – Percepatan proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kembali menjadi fokus utama pemerintah di tengah tantangan pembebasan lahan yang masih membayangi. Teranyar, pihak Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi lapangan guna memastikan progres pembangunan ruas tol Palembang–Betung–Tempino–Jambi berjalan sesuai koridor waktu yang ditetapkan.
Dalam peninjauan langsung pada Kamis (21/5/2026), tim KSP menyoroti sejumlah hambatan administratif dan teknis yang memengaruhi laju konstruksi, khususnya pada ruas yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Jambi.
”Kami turun ke lapangan untuk memastikan setiap kendala di akar rumput, baik itu terkait pembebasan lahan maupun isu administratif, segera mendapatkan solusi. Kehadiran tol ini krusial untuk memangkas waktu tempuh dan menekan biaya logistik di lintas timur Sumatera,” ujar perwakilan tim verifikasi KSP dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (23/5/2026).
Data terbaru dari PT Hutama Karya (Persero) mencatat, progres pembangunan fisik untuk ruas Palembang–Betung saat ini telah mencapai 81,99 persen. Ruas ini menjadi salah satu titik vital yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur arteri yang selama ini kerap mengalami hambatan signifikan.
Progres per Seksi
Berdasarkan data teknis, pembangunan tol ini dibagi ke dalam tiga seksi dengan capaian sebagai berikut:
-
Seksi 1 (Palembang–Rengas) sepanjang 21,5 km: Progres lahan mencapai 95,43 persen dengan realisasi konstruksi sebesar 92,07 persen.
-
Seksi 2 (Rengas–Pangkalan Balai) sepanjang 33,0 km: Progres lahan mencapai 95,58 persen dengan konstruksi fisik sebesar 89,88 persen.
-
Seksi 3 (Pangkalan Balai–Betung) sepanjang 14,7 km: Progres lahan berada di angka 89,09 persen dengan konstruksi mencapai 57,17 persen.
Pada musim mudik Lebaran 2026 lalu, ruas tol Palembang–Betung khususnya Seksi 1 dan 2 yang mencakup rute Keramasan hingga Pangkalan Balai telah dioperasikan secara fungsional. Langkah ini terbukti efektif dalam memecah antrean panjang kendaraan yang selama ini menjadi momok bagi pengguna jalan di kawasan tersebut.
Pemerintah menargetkan penyelesaian menyeluruh untuk dua seksi prioritas tersebut dapat tercapai pada kuartal III tahun 2026.
Konektivitas Regional
Tidak hanya berhenti di Betung, pemerintah juga tengah mematangkan rencana strategis untuk melanjutkan pembangunan ruas Betung–Tempino–Jambi, yang nantinya akan tersambung hingga ke Rengat, Riau. Proyek ini diproyeksikan sebagai tulang punggung baru konektivitas Sumatera bagian tengah.
Pengamat infrastruktur menilai, kehadiran tol ini akan memberikan dampak ekonomi ganda (multiplier effect), terutama dalam mempercepat arus distribusi barang dari sentra produksi menuju Pelabuhan Tanjung Carat.
Meski demikian, sejumlah pekerjaan rumah masih menanti. Proses konsinyasi lahan yang belum tuntas di beberapa titik menjadi catatan bagi kontraktor dan pemerintah daerah untuk segera diselesaikan. Konsistensi dalam menjaga jadwal pengerjaan konstruksi menjadi pertaruhan utama agar koridor tol yang menghubungkan dua provinsi ini tidak kembali molor dari target yang telah direvisi sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan di lapangan terus dikebut dengan pengerahan alat berat serta penambahan jadwal kerja pada zona-zona prioritas, demi mengejar target operasional penuh yang diharapkan segera memberi manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat di Bumi Sriwijaya dan Jambi.
