Portalone.net – Pemerintah Provinsi Jambi mengambil langkah tegas dalam membentengi generasi muda dari ancaman ideologi ekstrem dan degradasi moral. Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., secara resmi membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Radikal, Terorisme, True Crime Community (TCC), dan Perundungan di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan berskala besar ini diikuti oleh 3.000 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), komite sekolah, hingga perwakilan siswa dari tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Mengusung tema “Generasi Muda Jambi, Merajut Keberagaman, Merawat Persatuan, Utamakan Pendidikan, NKRI Harga Mati”, acara ini menjadi upaya konkret pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Digitalisasi sebagai Pedang Bermata Dua
Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Sani menyoroti tantangan era digital yang kian kompleks. Mengutip data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, ia menyebut jumlah pengguna internet di Indonesia telah menyentuh angka 221 juta jiwa atau 79,5 persen dari total populasi.
“Ruang digital memberikan peluang belajar yang luas, namun di sisi lain menjadi sarana penyebaran paham radikal, propaganda kekerasan, hingga konten yang mengagungkan kejahatan melalui komunitas tertentu seperti True Crime Community (TCC). Jika tidak disikapi dengan bijak, ini menjadi ancaman serius bagi generasi kita,” tegas Wagub Sani.
Darurat Perundungan di Sekolah
Selain radikalisme, Wagub Sani juga menyoroti fenomena perundungan (bullying) yang masih menjadi masalah laten di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) tahun 2025, tercatat 641 kasus perundungan, di mana 57 persen di antaranya terjadi di lingkungan sekolah.
Di Provinsi Jambi sendiri, angka perundungan tercatat sebesar 0,49 persen. Wagub Sani menekankan bahwa bullying bukan sekadar masalah perilaku, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan mental dan masa depan prestasi siswa.
“Institusi pendidikan harus menjadi benteng pertahanan pertama setelah keluarga. Sekolah harus menjadi hulu dalam pencegahan penyebaran paham radikal maupun perilaku menyimpang lainnya,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dengan Satgaswil Jambi Densus 88 Anti Teror Polri.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah dan Wakil Bupati Kerinci H. Murison, menunjukkan sinergi kuat antarwilayah dalam mengawal pendidikan karakter.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, dalam keterangannya menyatakan dukungan penuh atas inisiatif tersebut. “Kami mendukung penuh kegiatan ini agar anak muda di Kota Sungai Penuh memahami bahaya terorisme dan radikalisme sejak dini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, berharap seluruh peserta dapat menyimak materi dengan saksama hingga akhir agar wilayah Kabupaten Kerinci tetap kondusif dan bebas dari tindakan intoleransi.
Acara ini ditutup dengan harapan besar bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pihak sekolah dapat melahirkan generasi muda Jambi yang tangguh, toleran, dan terbebas dari pengaruh negatif di era disrupsi informasi.
