Portalone.net – Kepolisian mengerahkan 4.263 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang berlangsung di lima titik strategis di wilayah Jakarta Pusat, Jumat (19/6). Pengamanan ini dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman dan tertib.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyatakan bahwa ribuan personel tersebut terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek.
“Kami menyiagakan total 4.263 personel gabungan untuk memberikan pelayanan serta mengawal jalannya aksi unjuk rasa agar berlangsung kondusif,” ujar Erlyn di Jakarta.
Berdasarkan data kepolisian, massa akan memadati lima lokasi krusial, yakni Silang Selatan Monas, Gedung DPR/MPR, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Tugu Tani, dan kawasan Kementerian Keuangan.
Rangkaian Jadwal Aksi
Kegiatan penyampaian aspirasi dijadwalkan berlangsung secara bergelombang sejak pagi hingga siang hari:
-
Pukul 09.00 WIB: Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia di kawasan Cawan Selatan Monas.
-
Pukul 10.00 WIB: Kepresma Universitas Trisakti di depan Gedung DPR/MPR.
-
Pukul 11.00 WIB: Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia di kawasan Bundaran HI.
-
Pukul 13.00 WIB: Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara di Tugu Tani dan Kementerian Keuangan.
Pendekatan Humanis dan Imbauan Ketertiban
Erlyn menekankan bahwa jajarannya telah diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis selama pengamanan berlangsung. Pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi setiap warga yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum.
Kendati demikian, Erlyn memberikan peringatan tegas agar massa aksi tetap menjaga ketertiban. Ia meminta para peserta untuk tidak melakukan tindakan yang memicu provokasi maupun anarkisme.
“Sampaikan pendapat dengan damai. Hindari tindakan seperti membakar ban bekas, merusak fasilitas umum, maupun melawan petugas. Kami juga mengimbau agar massa tetap menghormati pengguna jalan lain yang sedang beraktivitas,” tegas Erlyn.
Aksi hari ini merupakan kelanjutan dari rangkaian demonstrasi maraton yang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Isu-isu yang diangkat dalam gelombang aksi ini meliputi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), efisiensi anggaran, hingga revisi UU TNI dan UU Polri. Gerakan serupa diketahui juga berlangsung di sejumlah kota besar lain, seperti Bandung, Medan, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
