Bareskrim Polri Pastikan Blackout Sumatera Bukan Akibat Sabotase, Simak Penyebabnya

Tim Bareskrim Polri dan PLN menunjukkan kabel yang terputus hingga menyebabkan blackout di sebagian Sumatra pada Jumat (22/5/2026). (tirto.id)

JAMBI, Portalone.net – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera pada Jumat (23/5) lalu. Setelah dilakukan investigasi gabungan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan PT PLN (Persero), kepolisian menegaskan bahwa insiden tersebut murni akibat gangguan teknis dan faktor alam, bukan sabotase.

Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5), mengungkapkan bahwa gangguan berawal dari terputusnya kabel transmisi yang kemudian memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik. Hal ini menyebabkan sistem proteksi pembangkit bekerja secara berantai (trip), yang akhirnya berdampak pada pemadaman total di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Analisis Teknis Penyebab Gangguan

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tim investigasi menyimpulkan setidaknya tiga kemungkinan penyebab utama putusnya kabel transmisi tersebut:

  1. Faktor Mekanik: Adanya gesekan fisik yang diperparah dengan pengaruh angin kencang.

  2. Faktor Panas: Sambungan kabel yang longgar sehingga menciptakan rongga, yang kemudian memicu panas berlebih pada titik transmisi.

  3. Cuaca Ekstrem: Adanya tarikan atau goyangan ekstrem akibat cuaca buruk yang terjadi di lokasi.

“Penyebab terputusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman, namun dugaan kuat mengarah pada faktor cuaca dan mekanik,” ujar Nunung.

Bantah Unsur Kesengajaan

Terkait maraknya spekulasi di ruang publik mengenai kemungkinan adanya aksi sabotase, Irjen Nunung secara tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti-bukti yang mengarah pada tindakan kriminal atau kesengajaan.

Salah satu bukti kuat yang dipaparkan adalah kondisi fisik kabel yang putus. Menurut Nunung, pola kerusakan pada kabel tersebut berbentuk serabut, bukan potongan rapi.

“Kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi. Namun, dari barang bukti yang kami temukan, kerusakannya berbentuk serabut,” jelasnya.

Selain itu, kondisi fisik tower transmisi di titik awal gangguan juga dipastikan masih dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan struktural yang signifikan. Temuan ini didukung oleh keterangan warga sekitar yang mendengar ledakan sesaat sebelum listrik di area tersebut padam.

Imbauan Kepada Masyarakat

Menanggapi situasi tersebut, Bareskrim Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait penyebab blackout yang dapat menimbulkan keresahan.

“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout ini,” pungkasnya.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan