Portalone.net – Kasus peredaran uang palsu yang melibatkan kampus UIN Alauddin Makassar telah mengungkap sindikat yang mencetak dan mengedarkan uang palsu senilai ratusan triliun rupiah.
Polisi telah menetapkan 17 tersangka, termasuk Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar berinisial AI, yang berperan sebagai penyedia “tempat aman” untuk produksi uang palsu di dalam kampus.
Selain AI, tersangka lainnya adalah MS, seorang pengusaha berusia 52 tahun, yang berperan sebagai penyedia bahan baku dan jasa percetakan uang palsu. ASS, seorang pengusaha berusia 68 tahun, juga terlibat dalam sindikat ini, meskipun status hukumnya masih dalam penyelidikan.
Sindikat ini telah beroperasi sejak 2010 dan berhasil mencetak serta mengedarkan uang palsu dengan pecahan Rp100.000 sebanyak 4.927 lembar yang sudah terpotong, serta 1.369 lembar kertas bergambar uang pecahan yang sama yang belum terpotong.













