Portalone.net – China memperingatkan bahwa ancaman atau tindakan militer terhadap Iran berisiko memperburuk ketegangan di Asia Barat dan memicu konsekuensi yang sulit diprediksi. Peringatan itu disampaikan dalam rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang membahas situasi Iran di tengah gelombang protes dan kekhawatiran eskalasi regional.
Kuasa Usaha Sementara Misi Tetap China untuk PBB, Sun Lei, mengatakan penggunaan kekerasan tidak menyelesaikan masalah dan justru membuat situasi kian rumit.
“Setiap petualangan militer hanya akan mendorong kawasan ini ke jurang ketidakpastian,” ujarnya, seraya mendesak semua pihak menahan diri serta mendorong penyelesaian melalui jalur politik dan diplomatik, menurut laporan Xinhua.
Rapat darurat DK PBB itu diminta Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump “menaruh semua opsi di atas meja” terkait langkah untuk menghentikan kekerasan terhadap demonstran, menurut Associated Press (AP).
AP juga melaporkan, penumpasan terhadap demonstrasi di Iran disebut telah menewaskan sedikitnya 2.615 orang menurut Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS, sementara AP menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen karena pembatasan komunikasi di Iran.
Baca Juga:
Di sisi lain, Wakil Dubes Iran untuk PBB Hossein Darzi menuduh Washington “menggiring” situasi dalam negeri Iran ke arah kekerasan dan “meletakkan dasar” bagi destabilisasi serta intervensi militer dengan narasi kemanusiaan.
Pejabat PBB dalam pertemuan itu turut mengingatkan agar semua pihak menahan diri, seraya menilai potensi serangan militer dapat menambah ketidakstabilan di situasi yang sudah tegang.






