Portalone.net – Perwakilan massa mahasiswa melayangkan ultimatum keras kepada pemerintah agar tidak mengabaikan isu-isu krusial yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi unjuk rasa dan pertemuan tertutup antara perwakilan mahasiswa dengan pimpinan DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta.
Dhenni Ribowo, perwakilan massa aksi, menekankan bahwa pemerintah harus bersikap serius dalam merespons tuntutan masyarakat terkait stabilitas harga kebutuhan pokok dan energi. Ia memperingatkan bahwa pengabaian terhadap persoalan ekonomi masyarakat dapat memicu gejolak sosial.
“Isu perut jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar dan emosi, pasti pemerintah yang akan terkena dampaknya,” tegas Dhenni dalam konferensi pers usai pertemuan, Sabtu (20/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam dimulai pukul 18.00 hingga 19.30 WIB tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pihak legislatif. Dhenni mengungkapkan, beberapa tuntutan telah langsung dikoordinasikan oleh pimpinan DPR kepada pejabat pemerintah terkait selama pertemuan berlangsung.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan mahasiswa adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang kian memberatkan masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga pemerintah memberikan solusi konkret.
“Kami akan terus mengawal agar tuntutan ini dipenuhi, terutama yang bersinggungan langsung dengan masyarakat seperti kelangkaan BBM bersubsidi,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi tersebut dan meneruskannya kepada pihak pemerintah. Ia memastikan komunikasi antara DPR dan perwakilan mahasiswa akan terus berlanjut.
“Kami telah berkomunikasi dan berinteraksi dengan sangat baik. Ke depan, kami akan lebih intensif berkomunikasi dengan rekan-rekan mahasiswa,” ujar Dasco.
Aksi unjuk rasa ini melibatkan aliansi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, serta perwakilan Pengurus Besar HMI MPO. Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa menegaskan akan terus memantau respons pemerintah atas tuntutan yang telah disampaikan.
