Namun, di tengah pesan “turun gunung” itu, status formal Jokowi di PSI masih menjadi tanda tanya. Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa Jokowi belum bergabung secara resmi, setidaknya belum ada pengumuman ke publik. Pernyataan ini membuat posisi Jokowi berada di wilayah “di dalam tapi belum tercatat” aktif dalam agenda partai, tetapi belum dideklarasikan sebagai kader.
Jejak keterlibatan: Kongres PSI 2025 di Solo
Aktivitas Jokowi di arena PSI bukan baru terjadi akhir pekan ini. Pada Kongres PSI di Solo (19/7/2025), Jokowi tampil memberi “pesan kebangsaan” dan menyatakan akan mendukung penuh PSI. “Full dukung” itu dilaporkan dari lokasi kongres.
Dalam pemberitaan, Jokowi antara lain menyatakan keyakinannya PSI bisa bertumbuh karena menurutnya partai tersebut tidak dimiliki segelintir elite atau keluarga, melainkan bertumpu pada kader. Momentum kongres itu memperkuat persepsi bahwa Jokowi mulai menempatkan diri bukan sekadar “simpatisan”, melainkan figur yang ikut memberi arah dan narasi bagi partai.
Latar belakang: usai PDIP menyatakan Jokowi bukan lagi bagian partai
Konteks penting dari dinamika ini adalah hubungan Jokowi dengan PDIP. Pada Desember 2024, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Jokowi dan keluarga tidak lagi menjadi bagian PDIP. Sejak itu, spekulasi publik mengarah pada pertanyaan: “Jokowi akan berlabuh ke partai mana?” dan dalam perkembangan mutakhir, PSI menjadi kanal yang paling sering disebut.
Sementara PSI sendiri memposisikan forum-forum besar seperti rakernas sebagai ajang konsolidasi dan penguatan struktur menjelang agenda Pemilu 2029. Penjelasan soal tujuan rakernas ini juga disampaikan PSI melalui keterangan yang dimuat di media.
“Aktif” di partai, tapi belum “resmi”
Rangkaian kehadiran Jokowi dari kongres di Solo hingga rakernas di Makassar menunjukkan satu hal: purnatugas kepresidenan tidak otomatis membuat Jokowi menepi dari politik praktis. Meski demikian, hingga saat ini, pernyataan dari elite PSI menegaskan bahwa keanggotaan resmi Jokowi belum diumumkan, sehingga keterlibatannya lebih tepat dibaca sebagai aktivisme politik melalui panggung partai, bukan status administrasi kepartaian.













