IHSG Jatuh Lebih dari 4% di Awal Perdagangan Senin, OJK-BEI Agendakan Pertemuan dengan MSCI

Foto Index Saham.

Portalone.net – Tekanan jual menghantam pasar saham Indonesia pada awal perdagangan Senin (2/2/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam dan kembali meninggalkan level 8.000 pada menit-menit awal sesi.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka melemah 23,44 poin ke posisi 8.306,16 dan sempat menyentuh level tertinggi 8.313,05 sebelum turun lebih dalam. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat merosot 4,52% ke level 7.948.

Pada periode awal perdagangan itu, mayoritas saham bergerak di zona merah. Tercatat 343 saham melemah, 195 saham menguat, dan 150 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp 2,5 triliun dengan volume 3,6 miliar saham dan frekuensi 277.606 kali.

Di sisi sektoral, seluruh sektor terpantau melemah, dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor basic yang turun sekitar 6,2%. Sektor energi dan barang konsumsi siklikal juga ikut tertekan.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan menggelar pertemuan virtual dengan MSCI pada Senin sore. Menurut BEI, agenda tersebut membahas tuntutan MSCI terkait transparansi dan tata kelola free float.

ADVERTISEMENT

Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan regulator dan SRO telah menyiapkan materi dan memastikan permintaan MSCI dapat diakomodasi. Hasan menyatakan, pihaknya menilai “tidak ada” permintaan yang tidak bisa dipenuhi.

OJK juga memaparkan rencana percepatan reformasi pasar modal, termasuk rencana menaikkan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15% serta penguatan transparansi ultimate beneficial ownership (UBO) dan data kepemilikan yang lebih granular.

Sebagai latar, MSCI sebelumnya menyatakan melakukan pembekuan sementara sejumlah perubahan terkait indeks untuk saham Indonesia pada periode rebalancing Februari 2026, dengan sorotan pada isu investabilitas seperti transparansi struktur kepemilikan dan kekhawatiran perilaku perdagangan terkoordinasi.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait