Wamenkes: Korban Bencana di Sumatera Mulai Krisis Air Bersih, Obat Diare Jadi Kebutuhan Mendesak

Wamenkes Soroti Krisis Air Bersih dan Kebutuhan Obat Diare di Pengungsian.

Kenapa obat diare jadi prioritas?

Di lokasi bencana, diare sering muncul bukan karena satu penyebab, melainkan kombinasi: air minum tidak aman, kurangnya sarana cuci tangan, keterbatasan jamban, serta penyimpanan makanan yang tidak higienis. Dalam situasi seperti itu, kebutuhan paling mendesak biasanya sederhana: air bersih yang cukup dan obat-obatan dasar termasuk obat diare.

Sejumlah laporan dari lapangan juga menggambarkan keluhan kesehatan yang mulai bermunculan pada para penyintas, termasuk gangguan pencernaan dan penyakit kulit, seiring minimnya akses air bersih dan sanitasi.

Bacaan Lainnya

Langkah Kemenkes: distribusi logistik dan penguatan koordinasi

Pemerintah, melalui Kemenkes, menegaskan prioritas penanganan kesehatan pascabencana saat ini berada pada dua jalur: pemulihan layanan dan pencegahan wabah. Di antaranya melalui pengiriman logistik kesehatan dan obat esensial, serta penempatan perwakilan/tim di titik-titik terdampak untuk mempercepat koordinasi.

Baca Juga:  Pramono Pastikan Tahun Baru 2026 di Jakarta Tak Berlebihan, Ada Ruang Doa Bersama

Di banyak bencana, kemenangan terbesar justru terjadi ketika penyakit berhasil dicegah sebelum meledak. Karena itu, selain penanganan kasus, kebutuhan air bersih dan edukasi higienitas di pengungsian menjadi kunci agar situasi kesehatan tidak memburuk. (one) 

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait