“Ada sekitar lima, dan kami melihat sendiri bahwa teman kami lima orang itu dibawa oleh anggota ke dalam (Gedung DPRD),” ungkapnya.
Aksi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya, seperti Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN). Mereka menentang kebijakan efisiensi anggaran pendidikan yang dinilai merugikan mahasiswa dan tenaga pendidik.
“Kami ke sini jelas untuk menolak efisiensi pendidikan yang sekarang diajukan pemerintah,” seru seorang orator dari atas mobil komando.
Selain itu, para demonstran juga menentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai kurang tepat sasaran. “Bagaimana pendidikan sebagai fondasi utama malah dilemahkan? Kami tak butuh makan siang gratis jika pendidikan kian miris,” teriak peserta aksi. (one)













