Portalone.net – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas menyusul serangkaian insiden militer yang terjadi hanya berselang beberapa hari setelah tercapainya kesepakatan damai di kawasan tersebut. Sementara itu, di Eropa, otoritas Prancis melaporkan lonjakan angka kematian akibat gelombang panas ekstrem.
Berikut adalah rangkuman peristiwa internasional hari ini:
AS dan Iran Kembali Saling Serang
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah otoritas Iran menuding AS melanggar nota kesepahaman untuk mengakhiri perang. Tuduhan ini dilayangkan menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal, serta drone milik Iran di wilayah selatan pada Jumat (26/6).
Pihak Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya pada Sabtu (27/6) mengecam keras aksi tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap komitmen perdamaian yang baru saja disepakati.
Di sisi lain, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons terukur atas serangan drone Iran yang menargetkan kapal kargo berbendera Singapura saat melintasi Selat Hormuz.
Serangan Israel di Lebanon Selatan
Situasi di Lebanon selatan kembali tidak kondusif setelah serangan udara Israel menghantam wilayah di dekat kota Deir Siryan dan Taybeh pada Minggu (28/6). Serangan ini terjadi kurang dari dua hari setelah Israel, Lebanon, dan AS menandatangani kerangka kerja sebagai langkah awal menuju perundingan damai.
Insiden ini memicu kekhawatiran global akan rapuhnya proses diplomatik yang baru saja dirintis untuk mengakhiri permusuhan panjang antara kedua negara.
Krisis Gelombang Panas di Prancis
Di belahan dunia lain, Prancis tengah berjuang menghadapi dampak gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar Eropa Barat. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Public Health France) melaporkan lebih dari 1.000 kematian terjadi sejak 24 Juni, seiring dengan suhu udara yang menembus angka di atas 40 derajat Celsius.
Otoritas kesehatan setempat mencatat bahwa kelompok lanjut usia di atas 65 tahun menjadi populasi yang paling rentan, dengan 85 persen dari total korban meninggal berasal dari kelompok tersebut. Wilayah yang berada di bawah status “siaga merah” dilaporkan mencatat dampak paling fatal.