Portalone.net – Media resmi pemerintah Iran melontarkan cemoohan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul insiden kepindahan pesawat yang tidak biasa saat perjalanan pulang dari Ankara, Turki, menuju Washington.
Berdasarkan laporan yang bersumber dari Reuters dan The New York Times, Trump tertangkap kamera menaiki pesawat kepresidenan utama, Air Force One, di Ankara. Namun, ia secara diam-diam diturunkan kembali dan dipindahkan menggunakan truk katering menuju jet pemerintah yang lebih kecil, C-32A, yang telah disiapkan di dekat lokasi.
Faktor Keamanan dan Ancaman MANPAD
Pemindahan secara rahasia ini dilakukan atas instruksi Pasukan Pengamanan Presiden AS (Secret Service). Keputusan tersebut diambil menyusul laporan intelijen Israel yang dinilai kredibel dan mendesak mengenai potensi ancaman serangan rudal panggul atau Man-Portable Air Defense Systems (MANPAD) terhadap Air Force One.
Ancaman tersebut muncul pada hari terakhir kunjungan Trump di Turki dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Selain ancaman terhadap pesawat, para pejabat AS juga dikabarkan sempat merasa khawatir setelah mengetahui pihak Iran mengantongi detail akurat mengenai lokasi penginapan Trump di Ankara.
Reaksi Keras Teheran dan Eskalasi Ketegangan
Media pemerintah Iran memanfaatkan momen tersebut untuk melancarkan perang psikologis, termasuk dengan membuat meme yang menggambarkan Trump ketakutan di dalam truk katering.
“Sekali lagi, Trump, dengan skandal barunya, menjadi topik utama di media AS belakangan ini. Skandal ini bermula dari kekhawatiran terhadap kekuatan militer Iran, kekuatan yang membuat Trump diam-diam mengganti pesawatnya,” ujar seorang presenter televisi pemerintah Iran.
Teheran belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut maupun insiden pergantian pesawat. Kendati demikian, ketegangan bilateral kian memuncak. Berbagai baliho dan mural anti-Amerika serta anti-Israel kini marak terpampang di penjuru Teheran, menampilkan visual bernada agitasi seperti ilustrasi Trump di dalam peti mati hingga tenggelam di laut.
Eskalasi ini juga dibayangi oleh situasi militer yang memanas setelah Komando Sentral AS (CENTCOM) meluncurkan serangkaian serangan udara ke sejumlah target militer di Iran sejak Juli lalu. Dalam situasi yang kian meruncing, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, bulan lalu telah bersumpah akan melancarkan aksi balas dendam menyusul kematian ayahnya pada awal pecahnya konflik.
