Eskalasi AS-Iran: Teheran Operasikan Sistem Pertahanan Udara Baru di Tengah Konflik

Militer Iran memarken sistem pertahanan udara baru yang telah mulai dioperasikan di tengah perangnya dengan Amerika Serikat yang kembali memanas. (Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

Portalone.net – Militer Iran resmi mengoperasikan sistem pertahanan udara terbaru di tengah kembali memanasnya konflik bersenjata dengan Amerika Serikat. Kehadiran perangkat pertahanan ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas tempur secara signifikan dalam menghadapi ancaman udara.

Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami Nia, menyatakan bahwa peralatan baru tersebut memperkuat daya tanggap militer terhadap pesawat musuh dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

“Kami sedang menghadapi momen bersejarah yang sangat sensitif,” ujar Akrami Nia dalam wawancaranya dengan media, sebagaimana dikutip dari The Middle East Monitor.

Ia menilai kinerja komprehensif rakyat, angkatan bersenjata, Angkatan Darat, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan memperkokoh posisi strategis Iran baik di tingkat regional maupun internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Akrami Nia menegaskan kembali bahwa Teheran tidak pernah berupaya mengembangkan senjata nuklir. Ia menuding Washington menggunakan isu tersebut sebagai dalih untuk melancarkan serangan militer, tekanan politik, serta sanksi ekonomi terhadap Iran.

Lebih lanjut, ia menyebut Amerika Serikat telah membuat kesalahan strategis dalam menilai kapasitas militer Iran. Menurutnya, klaim Washington bahwa kekuatan Iran melemah setelah digempur selama sebelas hari berturut-turut merupakan sebuah salah perhitungan.

Pernyataan ini sekaligus merespons klaim Presiden Donald Trump dan sejumlah pejabat tinggi AS yang menyebut perang telah melemahkan Teheran hingga berujung pada permohonan negosiasi.

Akrami Nia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran telah mengantisipasi konfrontasi skala besar semacam ini melalui perencanaan strategis dan latihan militer intensif selama bertahun-tahun.

Berbekal kesiapan logistik dan operasional yang matang, militer Iran diklaim mampu memberikan respons balik terhadap agresi dalam kurun waktu kurang dari dua jam.

Ia menambahkan, kurikulum di akademi militer Iran, khususnya Universitas Komando dan Staf, selama dua dekade terakhir telah dirancang secara khusus untuk menghadapi berbagai skenario perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini dinilai efektif dalam membekali para komandan militer untuk mengelola konflik secara cepat dan taktis.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan