Portalone.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya deteksi gelombang tsunami di sejumlah wilayah menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi (15/8).
Melalui akun resminya di platform X, BMKG menyampaikan pemutakhiran data terkait kemunculan gelombang tsunami di beberapa titik pengamatan:
-
Sikka, NTT: Terdeteksi pukul 05.03 WIB dengan ketinggian 0,19 meter.
-
Labuan Bajo, NTT: Terdeteksi pukul 05.26 WIB dengan ketinggian 0,36 meter.
-
Dompu, Sulawesi Selatan: Terdeteksi pukul 05.29 WIB dengan ketinggian 0,17 meter.
Delapan Wilayah Berstatus Siaga
Berdasarkan data resmi dari sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (Inatews), BMKG menetapkan status Siaga bagi delapan wilayah di kawasan NTT dan Sulawesi Selatan yang berpotensi diterjang gelombang tsunami.
Pemerintah daerah diimbau untuk segera mengambil langkah antisipatif dengan mengarahkan masyarakat di zona terdampak agar melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi.
Berikut daftar lengkap delapan wilayah berstatus Siaga beserta estimasi waktu tiba gelombang:
-
Manggarai bagian utara, NTT — Estimasi tiba pukul 05.02 WIB
-
Ngada bagian utara, NTT — Estimasi tiba pukul 05.02 WIB
-
Manggarai Barat bagian utara, NTT — Estimasi tiba pukul 05.03 WIB
-
Selayar, Sulawesi Selatan — Estimasi tiba pukul 05.04 WIB
-
Ende bagian utara, NTT — Estimasi tiba pukul 05.05 WIB
-
Sikka bagian utara, NTT — Estimasi tiba pukul 05.13 WIB
-
Jeneponto, Sulawesi Selatan — Estimasi tiba pukul 05.15 WIB
-
Bantaeng, Sulawesi Selatan — Estimasi tiba pukul 05.46 WIB
Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,7 tercatat mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, NTT, pada Sabtu pagi, yang kemudian memicu peringatan dini tsunami mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Sulawesi Selatan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan resmi dari instansi penanggulangan bencana setempat.
