Portalone.net – Pejabat tinggi Korea Utara, Jo Yong Won, menyerukan penguatan “persatuan militan” dengan China. Seruan ini disampaikan di tengah menguatnya poros keamanan trilateral antara Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang dalam merespons ancaman nuklir dan rudal di Semenanjung Korea.
Jo Yong Won, Sekretaris Komite Sentral Partai Buruh Korea Utara, menyampaikan pernyataan tersebut saat menjamu Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, Wang Huning, di Pyongyang pada Rabu (15/7). Kunjungan Wang yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini merupakan rangkaian diplomasi tingkat tinggi terbaru antara kedua negara sekutu tersebut.
Dalam pertemuannya dengan Wang pejabat nomor empat dalam hierarki politik China Jo menekankan pentingnya sinergi bilateral dalam menghadapi dinamika politik internasional yang kian volatil.
“Situasi politik internasional saat ini yang terus berubah menuntut kedua negara untuk memperkuat persatuan, dukungan, dan solidaritas yang kuat, serta meningkatkan kerja sama strategis,” ujar Jo, sebagaimana dikutip dari laporan Korea Central News Agency (KCNA).
Lebih lanjut, pihak Pyongyang menegaskan komitmennya untuk mempertahankan komunikasi strategis dan koordinasi taktis yang erat antara partai serta pemerintah kedua negara.
Menanggapi seruan tersebut, Wang Huning menegaskan bahwa hubungan China-Korea Utara memiliki landasan hukum yang kokoh. Ia merujuk pada perjanjian bilateral yang memperkuat apa yang ia sebut sebagai “persahabatan militan yang terbentuk melalui pengorbanan darah.”
Kunjungan Wang ini merupakan interaksi tingkat tinggi ketiga antara kedua negara dalam beberapa waktu terakhir, menyusul kunjungan Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae Song ke China pekan lalu untuk memperingati hari jadi perjanjian bilateral kedua negara. Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping juga telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Pyongyang bulan lalu, disusul kunjungan Menteri Luar Negeri Wang Yi pada April lalu.
Langkah diplomatik ini dilakukan bertepatan dengan pertemuan “Tri-Chod” antara kepala staf gabungan AS, Korea Selatan, dan Jepang di Pentagon. Pertemuan tersebut secara spesifik menyoroti peningkatan kerja sama keamanan trilateral untuk menanggapi potensi ancaman nuklir dan rudal dari Pyongyang secara efektif.
Pengamat menilai, intensifikasi diplomasi antara Pyongyang dan Beijing mencerminkan upaya kedua negara untuk mengonsolidasikan pengaruh di kawasan Asia Timur sebagai penyeimbang terhadap aliansi militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
