Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya telah mencapai kesepakatan dengan Iran untuk melanjutkan kembali proses perundingan. Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa status gencatan senjata antara kedua negara kini telah berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social, menyusul periode ketegangan intensif yang sempat mereda dalam beberapa hari terakhir.
“Iran telah meminta kami untuk melanjutkan pembicaraan. Kami sepakat untuk melakukannya. Namun, AS menegaskan kepada mereka bahwa gencatan senjata telah berakhir,” tulis Trump.
Pihak Teheran membantah narasi yang disampaikan oleh Trump. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa mereka tidak pernah meminta dialog langsung dengan Amerika Serikat. Menurut otoritas Iran, kesepakatan yang ada hanyalah persetujuan untuk menerima kunjungan mediator dari Qatar di Teheran.
Pada Jumat (10/7), delegasi mediator asal Qatar telah mengadakan pertemuan dengan pejabat Iran untuk membahas upaya deeskalasi serta menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz. Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqhchi, dijadwalkan melakukan kunjungan diplomatik ke Oman untuk membahas pengaturan jalur aman bagi kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.
Amerika Serikat memberikan syarat tegas bagi Iran agar dapat meredakan ketegangan. Washington menuntut Iran untuk menjamin keterbukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz tanpa biaya tambahan dan menghentikan segala bentuk serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.
“Yang kami tuntut adalah agar Iran mengeluarkan pernyataan publik yang mengakui bahwa semua jalur Selat Hormuz terbuka dan mereka tidak lagi menembaki kapal,” ujar seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.
Konflik antara kedua negara kembali memanas setelah AS menuduh Iran melakukan serangan terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz. Sebagai respons, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah situs militer Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan terhadap aset-aset AS di Timur Tengah.
Dampak dari eskalasi militer tersebut cukup signifikan. Berdasarkan laporan terkini, serangan militer AS yang dilancarkan di enam kota di Iran pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7) mengakibatkan 17 orang meninggal dunia dan sedikitnya 115 orang mengalami luka-luka.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih dipantau ketat oleh komunitas internasional, dengan fokus utama pada stabilitas keamanan di jalur perdagangan energi vital dunia, Selat Hormuz.
