AS dan Iran Capai MoU Damai, Posisi Politik Netanyahu Terguncang

Momen pertemuan Presiden AS, Donald Trump dengan Benjamin Netanyahu. (AFP)

Portalone.net – Posisi politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kini berada di bawah tekanan hebat menyusul tercapainya nota kesepahaman (MoU) damai antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah diplomatik mendadak yang diambil Presiden AS Donald Trump ini dianggap sebagai kegagalan besar bagi strategi keamanan regional yang selama ini diusung Netanyahu.

Laporan Financial Times mengindikasikan adanya frustrasi mendalam baik dari kubu oposisi maupun sekutu koalisi pemerintah. Kritikan ini muncul karena hingga saat ini, tidak ada satu pun tujuan perang Israel yang tercapai, sementara Washington justru memilih jalan negosiasi dengan Teheran.

Dalam upaya membujuk Washington untuk melancarkan serangan terhadap Iran, Netanyahu sempat menjanjikan bahwa operasi militer bersama dapat menggulingkan rezim di Teheran. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Kepemimpinan Iran kini beralih kepada Mojtaba Hosseini Khamenei pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, tanpa ada guncangan berarti pada struktur kekuasaan di Iran.

Lebih lanjut, poin-poin krusial yang menjadi perhatian utama Israel seperti program rudal balistik dan dukungan terhadap milisi proksi di Timur Tengah tidak tersentuh dalam kesepakatan tersebut. Fokus kesepakatan AS-Iran terlihat hanya tertuju pada pembatasan program nuklir, meninggalkan ancaman militer Iran lainnya tetap utuh.

Sejak MoU diteken secara virtual oleh Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6), Netanyahu berupaya menjaga jarak. Ia menekankan bahwa perjanjian tersebut adalah keputusan sepihak Washington.

“Itu adalah keputusan Presiden Amerika Serikat, dan dia yang memimpinnya. Saya menyampaikan pendapat saya dalam percakapan kami,” ujar Netanyahu saat merespons tekanan domestik. Ia menegaskan kembali tanggung jawabnya terhadap keamanan Israel, meski tampak berhati-hati untuk tidak memicu konfrontasi terbuka dengan Trump.

Ketidakmampuan Netanyahu dalam mengarahkan kebijakan luar negeri AS telah memantik kritik tajam di dalam negeri. Kolumnis senior Yedioth Ahronoth, Nahum Barnea, menyebut Netanyahu sebagai sosok yang “pura-pura memberontak” namun tidak memiliki pengaruh nyata.

Senada dengan itu, pemimpin oposisi Yair Lapid melalui platform media sosial X melontarkan kritik pedas terkait retorika Netanyahu yang mengeklaim telah “mengubah Timur Tengah”.

“Masalahnya adalah, karena kelalaian, kesombongan, ketiadaan tim profesional yang memadai, dan penilaian yang dipengaruhi oleh hal-hal lain, ia justru mengubahnya menjadi lebih buruk,” tulis Lapid.

Meskipun posisi politiknya tengah terguncang, sumber pejabat Israel mengungkapkan bahwa Netanyahu masih mencoba melakukan manuver di balik layar. Ia dilaporkan berupaya memengaruhi detail teknis perjanjian tersebut dalam periode perundingan 60 hari ke depan sebelum kesepakatan final diratifikasi.

Langkah ini disinyalir melibatkan lobi melalui media sayap kanan serta senator AS yang memiliki kedekatan dengan Netanyahu, dengan harapan dapat menekan Trump untuk kembali mengakomodasi kepentingan keamanan Israel. Hingga berita ini diturunkan, kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan komentar resmi terkait manuver tersebut.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan