Portalone.net – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Cikeas, Jawa Barat, Senin (1/7), Prabowo secara tegas memperingatkan agar proses demokrasi tidak dikuasai oleh kekuatan modal besar.
“Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak,” ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan.
Menurut Prabowo, praktik demokrasi yang transaksional berisiko merusak tatanan negara. Ia juga menyoroti potensi ancaman dari kepentingan pihak asing yang dinilai tidak menginginkan kemajuan bagi Indonesia. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga demokrasi yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti dinamika sosial di tengah masyarakat. Ia berpesan agar perbedaan pendapat tidak disikapi dengan kebencian, melainkan tetap dalam bingkai persatuan.
“Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia,” tuturnya.
Meskipun mengedepankan kerukunan dan persatuan nasional, Prabowo tetap memberikan ruang bagi kebebasan berpendapat. Ia mengakui bahwa kritik merupakan elemen fundamental dalam kehidupan bernegara yang sehat.
“Kita hormati kritik. Kritik adalah penting, kita butuh kritik untuk mengingatkan dan untuk memperbaiki diri kita,” pungkas Presiden.
Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara ini turut menjadi momentum bagi Polri untuk memberikan penghargaan Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana kepada Presiden Prabowo Subianto atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional.
