Singapura Waspadai Kabut Asap Akibat Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Singapura mewanti-wanti cuaca negara kota itu bisa berkabut asap jika kebakaran di Sumatra dan Kalimantan, Indonesia, semakin meluas di tengah cuaca kering yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Portalone.net – Pemerintah Singapura melalui Badan Lingkungan Nasional (NEA) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kabut asap lintas batas. Kondisi ini dipicu oleh eskalasi titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan, Indonesia, di tengah cuaca kering yang melanda kawasan regional.

Berdasarkan keterangan resmi NEA yang dirilis pada Senin (17/8), pantauan satelit mendapati sebaran titik panas dengan kepulan asap yang signifikan, terutama terkonsentrasi di Sumatra bagian selatan dan tengah, serta beberapa wilayah di Kalimantan.

“Kondisi kering diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Dengan angin yang saat ini bertiup dari arah tenggara atau barat daya, Singapura dapat mengalami kondisi berkabut asap jika kebakaran semakin meluas,” tulis pernyataan resmi NEA.

Sebagai langkah antisipasi, otoritas lingkungan Singapura menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi secara ketat. NEA juga menyiapkan mekanisme penerbitan pembaruan harian mengenai kualitas udara apabila Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam melampaui ambang batas dan memasuki kategori tidak sehat.

Saat ini, wilayah Singapura dan sekitarnya tengah berada dalam periode Monsun Barat Daya. Pola angin dominan bertiup dari arah tenggara atau barat daya, yang berpotensi membawa partikel polusi asap dari titik-titik kebakaran di daratan Sumatra dan Kalimantan menuju teritori negara kota tersebut.

Kendati demikian, Badan Meteorologi setempat memperkirakan potensi hujan petir lokal berdurasi singkat masih akan terjadi di beberapa wilayah pada pagi menjelang siang serta sore hari dalam beberapa hari ke depan.

Namun secara umum, total curah hujan untuk paruh kedua Agustus 2026 diprediksi berada di bawah rata-rata normal di sebagian besar wilayah Singapura, sehingga memperbesar kerentanan terhadap cuaca kering dan potensi kabut asap.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan