Portalone.net – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan optimis terkait prospek perdamaian di Timur Tengah. Trump mengklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri eskalasi konflik dengan Iran dapat dicapai dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin (8/6), di tengah ketegangan yang masih menyelimuti hubungan antara Iran dan Israel. Trump menegaskan bahwa proses negosiasi tetap berjalan intensif meski terjadi dinamika lapangan yang fluktuatif.
“Kesepakatan ini bisa dicapai dalam satu atau dua hari lagi. Saya melihat perkembangannya berjalan sangat baik,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.
Fokus pada Denuklirisasi dan Keamanan Maritim
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa poin utama dari perundingan ini adalah jaminan keamanan terkait program nuklir Iran. Ia mengklaim telah mendapatkan kesepakatan prinsip dari pihak-pihak terkait untuk menempuh jalan damai.
“Mereka (Iran) telah bernegosiasi secara intensif, dan sekarang semuanya sepakat melalui saya untuk menghentikan konflik. Kita berada di tahap akhir dari kesepakatan yang sangat baik, yang secara tegas tidak akan mengizinkan kepemilikan senjata nuklir dalam bentuk apa pun,” tambah Trump.
Selain isu nuklir, Trump juga menyinggung mengenai nasib Selat Hormuz. Menurutnya, jalur maritim vital tersebut akan segera dibuka kembali dalam waktu dua atau tiga hari setelah penandatanganan kesepakatan resmi dilakukan.
Akar Konflik dan Ketegangan yang Masih Berlanjut
Ketegangan di kawasan ini mencapai titik didih pasca-serangan koalisi Amerika Serikat dan sekutunya ke Iran pada 28 Februari lalu. Operasi militer tersebut mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat pertahanan tinggi negara tersebut.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar Israel serta pangkalan militer AS yang tersebar di beberapa negara Arab. Meskipun pada April lalu sempat tercapai kesepakatan gencatan senjata yang mencakup penghentian serangan terhadap Iran dan milisinya, termasuk di Lebanon situasi di lapangan tetap rapuh.
Iran belakangan melayangkan protes keras kepada Washington, menuduh AS melanggar ketentuan gencatan senjata. Tuduhan tersebut mencakup insiden penargetan kapal Iran di sekitar Selat Hormuz, serta tuduhan keterlibatan AS atas eskalasi serangan Israel ke wilayah Lebanon.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah Iran mengenai klaim “tahap akhir” kesepakatan yang dilontarkan oleh Presiden Trump. Dunia internasional kini memantau dengan seksama apakah janji tersebut akan terealisasi dalam waktu dekat atau justru menghadapi kendala baru di meja perundingan.
