Portalone.net – Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengutuk keras serangan udara yang diluncurkan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk, Sabtu (28/2/2026). Riyadh menyebut tindakan tersebut sebagai “agresi terang-terangan” yang mengancam stabilitas regional.
Pernyataan ini muncul setelah Iran meluncurkan serangan balasan sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah mereka pada Sabtu dini hari.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan dukungan penuhnya kepada negara-negara tetangga yang menjadi sasaran, yakni Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania.
“Kerajaan menegaskan solidaritas penuh dan dukungan yang tak tergoyahkan bagi negara-negara persaudaraan,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dikutip dari AFP.
Lebih lanjut, Riyadh menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan segala kapabilitas militer dan logistik guna mendukung langkah-langkah pertahanan yang diambil oleh negara-negara tersebut.
“Kami memperingatkan konsekuensi serius yang timbul dari pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan negara dan prinsip-prinsip hukum internasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Ledakan Misterius di Langit Riyadh
Di tengah ketegangan diplomatik tersebut, situasi di ibu kota Arab Saudi dilaporkan sempat mencekam. Jurnalis dari kantor berita AFP melaporkan terdengarnya beberapa dentuman keras di langit Riyadh pada Sabtu pagi.
Meski demikian, otoritas keamanan Arab Saudi hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai sumber ledakan tersebut. Belum diketahui secara pasti apakah ledakan berasal dari sistem pertahanan udara yang mencegat rudal atau serangan yang berhasil menembus wilayah udara ibu kota.
Baca Juga:
Dampak Serangan di Kawasan
Serangan balasan Iran ini berdampak luas pada aktivitas penerbangan dan keamanan di Timur Tengah. Berikut adalah situasi di beberapa negara terdampak:
• UEA: Otoritas setempat melaporkan adanya korban jiwa akibat serpihan rudal yang dicegat di Abu Dhabi.
• Bahrain: Sirine peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi di dekat markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS.
• Qatar: Sistem pertahanan udara di pangkalan Al-Udeid dilaporkan aktif menghalau proyektil yang masuk.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Teluk masih sangat dinamis. Sejumlah maskapai internasional juga telah mengalihkan rute penerbangan mereka guna menghindari ruang udara Timur Tengah yang sedang bergejolak.







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!