Portalone.net – Rangkaian upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dihadiri oleh lautan massa di Teheran pada Minggu (5/7), diwarnai oleh sentimen anti-Amerika Serikat (AS) yang kuat serta seruan balas dendam. Puncak prosesi pemakaman kenegaraan ini dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (9/7) mendatang.
Berdasarkan laporan Associated Press (AP) yang dikutip oleh Al Jazeera, eskalasi emosi massa terlihat saat seorang penyair membacakan puisi bernada keras yang secara khusus menyindir Presiden AS, Donald Trump. Pembacaan puisi tersebut langsung direspons oleh lautan pelayat dengan meneriakkan slogan-slogan kecaman terhadap AS dan Israel, termasuk seruan “Mati untuk Amerika” dan “Mati untuk Israel”.
Tanda-tanda kemarahan publik atas kematian Khamenei tampak mendominasi hari kedua prosesi pemakaman. Di pusat kota Teheran, tempat jenazah Ali Khamenei beserta empat anggota keluarganya disemayamkan, gelombang warga terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Media pemerintah Iran menayangkan sejumlah wawancara yang mengonfirmasi tingginya emosi masyarakat. Dalam sebuah siaran televisi, seorang politikus Iran menyatakan bahwa “seruan untuk menuntut balas darah” kini menjadi tuntutan utama para pelayat. Sentimen serupa juga diungkapkan oleh sejumlah warga kepada jurnalis Al Jazeera, yang menegaskan bahwa pembunuhan Khamenei harus dibalas.
Pada hari yang sama, prosesi salat jenazah untuk mendiang dipimpin oleh Ayatollah Jafar Sobhani, salah satu ulama paling senior di Iran, demikian dilaporkan oleh kantor berita IRNA.
Tiga putra Khamenei Masoud, Meysam, dan Mostafa tampak hadir mengikuti salat jenazah sang ayah. Namun, putra lainnya, Mojtaba Khamenei, dipastikan absen dari upacara tersebut. Absennya Mojtaba dilaporkan karena alasan keamanan, menyusul tingginya ancaman pembunuhan dari pihak Israel terhadap dirinya.
Selain pihak keluarga, pemakaman ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi negara dan tokoh elit militer Iran. Berdasarkan pantauan video yang disiarkan AP, hadir di jajaran depan antara lain Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen (Majelis Permusyawaratan) Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei.
Dari jajaran militer, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ahmad Vahidi dan Komandan Pasukan Quds IRGC Esmail Qaani juga tampak hadir memberikan penghormatan terakhir di tengah pengawalan ketat.