Skandal Suap di Tubuh Bea Cukai: Jaksa KPK Ungkap Aliran Dana “Dolar Singapura” ke Jajaran Pejabat

Penampakan Uang Dolar Singapura yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai barang bukti dalam kasus suap importasi barang yang melibatkan perusahaan Blueray Cargo dan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai. (Antara Foto)

JAKARTA, Portalone.net – Kasus dugaan suap importasi barang yang menjerat petinggi perusahaan Blueray Cargo di Pengadilan Tipikor Jakarta mulai menyingkap tabir gelap di internal Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Dalam persidangan yang digelar Rabu (20/5), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan bukti aliran dana fantastis dalam pecahan dolar Singapura yang mengalir ke sejumlah pejabat otoritas kepabeanan tersebut.

Kode Nama dan Aliran Dana

Jaksa KPK, M. Takdir Suhan, mengonfirmasi data keuangan yang disita dari internal perusahaan Blueray Cargo. Data tersebut memuat catatan rinci mengenai pemberian uang dengan kode-kode tertentu kepada oknum di lingkungan DJBC.

Salah satu saksi yang dihadirkan, Orlando Hamonangan Sianipar Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I DJBC yang akrab disapa Ocoy mengakui menerima aliran dana sebesar Sin$42.800. Tak hanya dirinya, jaksa mengungkap daftar penerima lain dengan nominal yang beragam:

  • Faldi & Budiman Bayu (BY): Masing-masing menerima Sin$28.500 dan Sin$7.200.

  • Hendi (Kepala Seksi Fasilitas): Menerima Sin$5.400.

  • “SIS” (Sisprian, Kasubdit): Teridentifikasi dalam catatan keuangan.

  • “BR” (Bang Rizal): Teridentifikasi dalam catatan keuangan.

Saat dikonfirmasi mengenai apakah uang-uang tersebut benar-benar sampai ke tangan para oknum yang dimaksud, Ocoy memberikan jawaban singkat namun tegas. “Iya, Pak,” ujarnya di depan majelis hakim.

Nama Dirjen Bea Cukai Terseret

Puncak dari pengungkapan tersebut adalah penyebutan nama Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama. Jaksa Takdir secara terbuka menegaskan bahwa dalam data keuangan Blueray Cargo, terdapat kode “Sales 2, 1” yang merujuk pada orang nomor satu di instansi tersebut.

“Kami tegaskan yang (data) sales 2, 1 adalah Dirjen Bea Cukai, nilainya 213.600 dolar Singapura. Itu kami yang menegaskan, karena kami yang punya bukti ini,” ujar Jaksa Takdir di ruang sidang.

Sebagai catatan, nilai Sin$213.600 tersebut jika dikonversikan setara dengan Rp2,9 miliar. Total dakwaan terhadap tiga pimpinan Blueray Cargo John Field, Deddy Kurniawan Sukolo, dan Andri sendiri mencapai Rp61,3 miliar dalam bentuk mata uang asing, ditambah fasilitas serta barang mewah senilai Rp1,8 miliar.

Respons Menteri Keuangan

Dugaan keterlibatan pejabat tinggi di lingkungan kementeriannya menuai perhatian Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/5), Purbaya memilih untuk tidak memberikan komentar mendalam terkait dugaan yang menyeret anak buahnya tersebut.

Meski mengaku tetap berkomunikasi dengan Djaka Budhi Utama setiap hari, Purbaya enggan membeberkan apakah ia telah mengonfirmasi langsung isu suap ini.

“Saya nggak ikut campur, saya takut dosa. Tapi yang jelas, saya mengerti apa yang terjadi,” tutur Purbaya singkat. Ia pun enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang ia ketahui terkait skandal yang mencoreng institusi Bea Cukai tersebut.

Persidangan diprediksi akan terus bergulir dengan agenda pemanggilan sejumlah saksi lain untuk memperkuat bukti-bukti aliran dana yang telah dikantongi oleh tim jaksa KPK.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan