Portalone.net – Pemerintah Provinsi Jambi resmi melepas keberangkatan 445 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) Pertama BTH 23 Provinsi Jambi Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pelepasan ini berlangsung khidmat di Asrama Haji Kota Baru, Kota Jambi, pada Senin (18/5/2026) dini hari.
Kloter pertama asal Jambi ini merupakan gabungan jemaah dari beberapa wilayah, dengan rincian: Kabupaten Batang Hari (210 jemaah), Kota Sungai Penuh (128 jemaah), Merangin (101 jemaah), Kerinci (1 jemaah), serta didampingi 1 orang petugas TPHD dan 4 orang petugas PPIH.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, yang memimpin langsung pelepasan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan bahagianya melepas para tamu Allah SWT menuju Tanah Suci.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya ucapkan syukur Alhamdulillah, bahagia, dan ucapan selamat saya sampaikan kepada Bapak Ibu yang menunaikan ibadah haji melalui keberangkatan Kloter 23 ini. Kami semua mendoakan keselamatan, kemudahan, kesehatan lahir batin, dan kelancaran perjalanan Bapak, Ibu, Saudara sekalian,” ujar Sudirman dalam sambutannya.
Langsung ke Makkah, Jemaah Diminta Jaga Stamina
Sudirman mengingatkan bahwa JCH yang tergabung dalam Kloter 23 ini akan langsung bertolak menuju Makkah setelah diberangkatkan. Mengingat perjalanan yang panjang, ia mengimbau para jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan dan stamina agar seluruh rangkaian rukun Islam kelima tersebut bisa ditunaikan dengan sempurna.
“Jaga kesehatan, banyak beribadah, dan pulanglah ke tanah air dengan selamat. Semoga bapak-ibu semua sampai ke Makkah dengan selamat dan mendapatkan haji yang mabrur,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para jemaah memperbanyak amalan ibadah selama berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta tetap menjaga sikap, perilaku, dan nama baik daerah selama berada di luar negeri.
Larangan City Tour Jelang Puncak ARMUZNA
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., dalam laporannya memaparkan bahwa seluruh JCH telah sukses menjalani tahapan pemeriksaan one stop service.
Namun, Wahyudi memberikan catatan tebal terkait kondisi terkini di Kota Suci Makkah yang sudah mulai memasuki puncak kepadatan. Jemaah haji dari seluruh penjuru dunia, termasuk yang sebelumnya berada di Madinah, kini telah bergeser ke Makkah.
“Masuk ke Makkah itu sembilan hari menjelang Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA). Oleh karena itu jaga kesehatan, laksanakan umrah wajib, setelah itu istirahat,” tegas Wahyudi.
Demi menjaga fisik jemaah tetap prima menyambut puncak haji, Wahyudi menegaskan bahwa pemerintah secara resmi melarang adanya aktivitas di luar ibadah utama sebelum fase ARMUZNA selesai.
“Pemerintah melarang melaksanakan city tour sebelum ARMUZNA. Karena kondisi Masjidil Haram saat ini mengalami puncak kepadatan,” pungkasnya.
