- Sakit perut ringan seperti kembung atau nyeri sesaat umumnya masih memungkinkan seseorang untuk berpuasa. Namun, tetap disarankan menjaga pola makan yang sehat dan menghindari makanan pemicu sakit perut.
- Sakit perut parah seperti maag akut, GERD yang berat, atau infeksi perut bisa menjadi alasan untuk tidak berpuasa, terutama jika sudah mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan intensif. Dalam Islam, seseorang yang sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain (qadha) atau membayar fidyah jika kondisinya kronis.
Tips Berpuasa dengan Sakit Perut
Jika masih ingin berpuasa meskipun mengalami sakit perut ringan, beberapa tips berikut dapat membantu:
- Pilih makanan yang lembut saat sahur dan berbuka, seperti bubur, pisang, atau sup.
- Hindari makanan asam, pedas, dan berlemak yang bisa memicu iritasi lambung.
- Minum air putih yang cukup agar tubuh tidak dehidrasi, yang bisa memperburuk gejala sakit perut.
- Jangan langsung tidur setelah sahur atau berbuka, karena dapat meningkatkan risiko asam lambung naik.
- Konsumsi obat sesuai anjuran dokter, terutama jika memiliki riwayat penyakit lambung.
Sakit perut tidak selalu menjadi alasan untuk meninggalkan puasa, tergantung pada tingkat keparahannya. Jika sakit perut masih ringan dan bisa dikontrol dengan pola makan yang baik, maka seseorang masih dapat menjalankan puasa. Namun, jika kondisi sudah parah dan membahayakan kesehatan, maka lebih baik beristirahat dan mengganti puasa di lain waktu.
Jika Anda mengalami sakit perut yang berulang saat puasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran medis yang tepat. (one)













