Portalone.net – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan respons tegas terkait keputusan mengejutkan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif global Presiden Donald Trump. Berbicara kepada awak media di Washington DC pada Sabtu (21/2/2026), Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap tenang dan siap mengantisipasi dinamika politik domestik di Negeri Paman Sam tersebut.
“Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati proses politik dalam negeri Amerika Serikat,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan keterangan pers di sela kunjungan kerjanya, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Putusan MA AS yang keluar pada Jumat (20/2) waktu setempat menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak memiliki wewenang untuk memberlakukan tarif global melalui International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tanpa persetujuan Kongres. Keputusan ini sempat menimbulkan ketidakpastian, mengingat Indonesia dan AS baru saja menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada Kamis (19/2).
Dalam perjanjian tersebut, Indonesia berhasil menegosiasikan penurunan tarif ekspor ke AS dari 32% menjadi 19%, dengan komitmen Indonesia menghapus hambatan tarif bagi 99% produk AS.
Meski MA membatalkan tarif resiprokal Trump, Presiden Trump segera merespons dengan mengumumkan kebijakan baru berupa tarif impor global sebesar 10% sebagai langkah sementara. Menariknya, Prabowo melihat celah positif dari situasi ini.
“Saya kira ya menguntungkanlah (tarif 10% tersebut dibanding tarif sebelumnya). Intinya kita siap menghadapi segala perkembangan yang ada,” tambah Prabowo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mendampingi Presiden, menjelaskan bahwa pemerintah akan terus memantau proses ratifikasi dan implementasi perjanjian dagang tersebut. Ia menekankan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat tetap kuat meskipun ada dinamika hukum di Washington.
“Perjanjian dagang kita tetap berproses sesuai mekanisme yang disepakati. Pihak Amerika juga butuh proses internal pasca-putusan MA ini. Kita akan melakukan pembicaraan lanjutan untuk memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi,” jelas Airlangga.
Kunjungan Presiden Prabowo ke AS kali ini tidak hanya membahas soal tarif, tetapi juga memperkuat kerja sama di sektor energi, ketahanan pangan, dan investasi melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) bernilai miliaran dolar.
