Portalone.net – Jepang resmi mengirim pesan peringatan kepada dunia. Tim Samurai Biru tampil menggila dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 setelah melibas Tunisia dengan skor telak 4-0 di Stadion Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin tambahan, melainkan sebuah catatan bersejarah. Jepang kini menjadi tim Asia pertama yang mampu mencetak empat gol atau lebih dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Pesta gol Jepang dibuka dengan kilat saat Daichi Kamada mencatatkan namanya di papan skor ketika laga baru berjalan tiga menit, memanfaatkan umpan tarik ciamik dari Keito Nakamura. Tak berhenti di situ, Ayase Ueda sukses mencetak brace (31’, 83’), diselingi oleh gol Junya Ito pada menit ke-69.
Legenda Timnas Jepang, Keisuke Honda, tak bisa menyembunyikan kekagumannya atas performa mantan rekan senegaranya. Menurut Honda, kunci kemenangan telak ini terletak pada mentalitas pemain yang tidak mau mengendurkan serangan meski sudah unggul.
“Jepang benar-benar kuat. Mereka memulai dengan gol cepat, namun yang lebih penting adalah konsistensi mereka untuk terus menyerang hingga peluit akhir berbunyi,” ujar Honda sebagaimana dilansir Hochi.
Sinyal Bahaya bagi Lawan
Catatan statistik Opta kian mempertegas kebangkitan Samurai Biru. Jepang kini tercatat tak terkalahkan dalam empat laga terakhir mereka di ajang Piala Dunia, melampaui kiprah impresif mereka di Qatar 2022.
Bagi Honda, performa ini adalah bukti sahih bahwa sepak bola Jepang sedang berada di jalur yang benar. “Perkembangan tim ini nyata. Khusus untuk Ueda, saya sangat senang dengan dua golnya. Ini bukan hanya soal individu, tapi soal kemajuan sepak bola Jepang secara keseluruhan,” tambahnya.
Fokus ke Duel Hidup-Mati Kontra Swedia
Meski sedang di atas angin, Jepang belum sepenuhnya aman. Kemenangan ini menempatkan Jepang di posisi kedua Grup F dengan empat poin, membayangi Belanda yang berada di puncak klasemen.
Laga pamungkas melawan Swedia di Stadion Dallas pada Kamis (25/6/2026) akan menjadi penentu nasib. Honda pun mulai memikirkan skenario pahit jika Jepang terpeleset.
“Maaf jika saya harus langsung realistis. Jika kalah di laga berikutnya, posisi kita bisa melorot ke peringkat ketiga,” ungkap Honda.
Ketegangan di fase gugur sudah menanti. Baik sebagai juara grup maupun runner-up, Jepang dipastikan akan menghadapi lawan berat di babak 32 besar, mulai dari Brasil, Maroko, hingga Perancis.
“Saya sudah memikirkan laga selanjutnya. Jika finis di posisi runner-up, kita bisa saja langsung bertemu Brasil. Maroko, Brasil, atau Perancis tidak ada lawan yang ‘enak’ di fase ini. Kita harus siap menghadapi raksasa mana pun,” tutup Honda dengan nada waspada.
Berdasarkan situasi krusial di Grup F tersebut, menurut Anda apakah Jepang harus bermain lebih defensif demi mengamankan hasil imbang kontra Swedia, atau tetap konsisten dengan filosofi menyerang yang mereka tunjukkan saat melawan Tunisia?
