Pendapat ini mencoba melihat situasi dan konteks. Jika wanita non-Muslim tersebut dapat dipercaya untuk tidak membocorkan atau menyebarkan apa yang dilihat kepada laki-laki non-mahram, maka tidak apa-apa untuk membuka jilbab di hadapannya. Namun, jika ada kekhawatiran, maka lebih baik berhati-hati dan tetap mengenakan jilbab.
Dalam hal ini, penting untuk mempertimbangkan situasi dan kondisi. Pendekatan yang lebih hati-hati adalah tetap mengenakan jilbab di hadapan wanita non-Muslim, terutama jika ada risiko aurat tersebut dilihat oleh laki-laki non-mahram melalui deskripsi atau foto.
Namun, jika dalam lingkungan yang aman dan penuh kepercayaan, sebagian ulama memperbolehkan membuka jilbab selama batas aurat wanita tetap dijaga.
Sebaiknya, konsultasikan dengan ulama setempat untuk mendapatkan pandangan yang lebih relevan sesuai dengan konteks dan kondisi Anda. (one)













