Portalone.net – Perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada yang sempat terhenti selama dua bulan terakhir kini dilaporkan kembali bergerak cepat di tingkat politik. Sejumlah sumber yang memiliki pengetahuan langsung mengenai negosiasi tersebut mengungkapkan bahwa kedua belah pihak tengah berupaya memanfaatkan jendela waktu yang tersisa jelang pemilu paruh waktu (midterm elections) AS pada 3 November mendatang.
Meskipun demikian, berbagai pihak tetap menunjukkan sikap skeptis terhadap peluang tercapainya kesepakatan final sebelum hari pemilihan. Para pengamat mencatat bahwa Presiden AS Donald Trump kerap mengeklaim tercapainya sebuah kesepakatan, namun kemudian mengubah arah atau membatalkannya di menit-menit akhir seperti yang terjadi pada putaran perundingan sebelumnya pada Agustus lalu.
Berdasarkan laporan Global News dan Reuters, diskusi intensif terkini berlangsung di tingkat tinggi. Menteri Perdagangan Kanada-AS, Dominic Leblanc, memimpin delegasi Kanada, sementara perunding utama Janice Charette mencatat bahwa perundingan formal antar-representatif dagang secara penuh belum kembali digelar.
Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa negaranya tetap memegang teguh batasan prinsipil (red lines) yang telah ditetapkan.
“Kanada siap menandatangani perjanjian yang memang berpihak pada kepentingan seluruh rakyat Kanada. Kami memiliki garis merah yang sangat jelas, yang berarti kami tidak bersedia menandatangani apa yang ditawarkan pada Agustus lalu,” ujar PM Mark Carney dalam konferensi pers, Senin.
“Sejauh mana AS bergerak ke arah penerimaan aspek-aspek tersebut, maka prospek kesepakatan akan semakin besar. Namun jika ada tawaran kesepakatan, kami akan menilainya secara utuh,” tambahnya. Ketika ditanya apakah ia yakin Trump akan benar-benar menepati komitmen kesepakatan tersebut, Carney menjawab singkat, “Saya tidak tahu.”
Perang tarif yang dikobarkan oleh pemerintahan Trump kini telah menjelma menjadi isu politik yang sensitif bagi Partai Republik. Tekanan dirasakan secara nyata dalam pertarungan ketat kursi Senat di negara bagian seperti Michigan dan Maine, manakala kubu Republik bersiap menghadapi tantangan berat dalam pemilu midterm.
Jika kesepakatan hendak dicapai dalam sepekan ke depan, sumber-sumber terkait menyebutkan bahwa pihak AS harus memberikan sejumlah konsesi besar atas isu-isu krusial yang sempat memicu kebuntuan negosiasi pada 21 Agustus lalu. Isu-isu tersebut meliputi kebebasan Kanada dalam merajut kesepakatan dagang dengan negara lain, serta cakupan pemberlakuan tarif impor AS terhadap sektor otomotif, baja, dan aluminium Kanada.
Meski demikian, PM Carney sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa pemerintahan Trump telah menunjukkan sedikit fleksibilitas dari tuntutan-tuntutan kaku sebelumnya sejak pihak Kanada memutuskan untuk keluar dari meja perundingan yang dinilai merugikan kepentingan nasional.
Di pihak lain, Presiden Trump dalam kampanyenya di Port Huron, Michigan, menyatakan bahwa ia memperkirakan perang dagang dengan Kanada akan segera berakhir “dalam waktu dekat.” Kendati demikian, Trump tetap melontarkan retorika khasnya dengan menuding Kanada telah “memanfaatkan” Amerika Serikat selama bertahun-tahun.
Konflik dagang ini bermula ketika perundingan kolaps pada akhir Agustus lalu setelah AS mendesak pembatasan kebebasan dagang Kanada serta klausul yang dinilai melemahkan industri otomotif domestik Kanada. Langkah tersebut dibalas oleh Ottawa dengan pengenaan tarif balasan secara dollar-for-dollar.
Menjelang pemilu midterm, dinamika kebijakan tarif mengalami pergeseran taktis. Senator AS Susan Collins yang tengah berjuang mempertahankan kursi krusialnya di Maine mengungkapkan bahwa Presiden Trump telah sepakat untuk mencabut tarif atas produk kertas bergelombang (corrugated paper), kotak plastik, serta sejumlah mesin pertanian penting asal Kanada yang dibutuhkan oleh para petani setempat.
Namun di saat bersamaan, Washington justru memberlakukan tarif baru pada komoditas lain seperti bubuk kakao, cat, pelapis lantai vinil, hingga tarif 50% untuk produk limbah dan lumpur pembuangan kota (sewage sludge). Isu mengenai truk sampah impor asal Kanada bahkan sempat menjadi sorotan dalam kampanye kandidat Senat dari Partai Republik, Mike Rogers, di Michigan.
Dengan sisa waktu yang amat singkat menjelang pemilu paruh waktu AS, arah kebijakan dagang bilateral ini masih diselimuti ketidakpastian tinggi, di mana para investor dan pelaku industri terus memantau apakah kompromi politik benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kesepakatan yang mengikat.
