Portalone.net – Militer pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan keberhasilan besar dalam kampanye militer terbarunya. Sebanyak lebih dari 900 anggota milisi Houthi dilaporkan tewas atau lumpuh dalam total 1.732 serangan yang dilancarkan sepanjang rangkaian “Operasi Fajar Yaman”.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh juru bicara militer Yaman, Kolonel Majed Abdullah al-Nuzaily, melalui akun media sosial X pada Minggu (11/10). Menurutnya, operasi ini melibatkan pengerahan pesawat tempur, pesawat tanpa awak (drone), artileri lapangan, dan peluncur roket seiring majunya pasukan pemerintah di berbagai front pertempuran.
“Pasukan kami terus menembus posisi pertahanan milisi, memperluas jangkauan serangan mereka, dan melakukan operasi ofensif sesuai dengan rencana operasional,” ujar Al-Nuzaily.
Operasi berskala masif ini menyasar sejumlah infrastruktur dan aset vital militer Houthi kelompok yang diketahui mendapat dukungan dari Iran. Target serangan meliputi:
- Benteng pertahanan serta pusat komando dan kendali.
- Pos pengamatan, pengintaian, serta posisi artileri dan peluncur roket.
- Gudang penyimpanan senjata dan amunisi.
- Titik pengumpulan pejuang dan jalur distribusi bala bantuan.
Selain korban jiwa dari pihak milisi, militer Yaman juga mengeklaim telah menghancurkan atau melumpuhkan lebih dari 287 kendaraan serta berbagai peralatan militer penunjang. Al-Nuzaily menilai langkah ofensif ini berhasil meredam posisi tembak musuh, melumpuhkan rantai komando, serta memutus suplai logistik dan pergerakan pasukan Houthi.
Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh kepada pasukan pemerintah Yaman guna merebut kembali wilayah-wilayah yang masih dikuasai oleh milisi tersebut.
Operasi militer ini beririsan dengan eskalasi serangan balasan dari pihak Houthi. Akhir pekan lalu, kelompok tersebut melancarkan serangkaian serangan udara menggunakan rudal dan drone yang menyasar sejumlah fasilitas minyak serta bandara di wilayah Arab Saudi.
Serangan lintas batas tersebut memicu kebakaran dan merenggut 13 korban jiwa serta melukai sejumlah warga lainnya.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan intensitas serangan jauh ke dalam wilayah Arab Saudi. Dalam ancamannya, Houthi menyebut seluruh bandara di Saudi kecuali kawasan kota suci Mekkah dan Madinah masih menjadi target potensial.
Kelompok Houthi berdalih bahwa aksi penyerangan ini merupakan bentuk pembalasan atas dukungan militer Arab Saudi terhadap pemerintah sah Yaman, serta respons atas serangan udara koalisi yang menyasar Bandara Internasional Sana’a beberapa waktu lalu.