Portalone.net – Stadion Los Angeles menjadi saksi bisu momen memilukan bagi tim nasional Belgia. Ambisi De Rode Duivels untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus pupus setelah takluk 1-2 dari Spanyol dalam duel perempat final yang sengit, Sabtu (11/7) dini hari WIB.
Kekalahan ini terasa jauh lebih menyakitkan bagi sang penjaga gawang andalan, Thibaut Courtois. Sang veteran berusia 34 tahun itu harus meninggalkan lapangan lebih cepat karena cedera, meninggalkan perjuangan rekan-rekannya di saat-saat krusial.
Spanyol membuka keran gol melalui Fabian Ruiz pada menit ke-30, memanfaatkan bola muntah di area penalti. Namun, Belgia merespons dengan cepat. Sundulan tajam Charles De Ketelaere pada menit ke-41 sempat membangkitkan asa bagi skuad asuhan pelatih mereka, membuat papan skor imbang 1-1 hingga turun minum.
Pertandingan berjalan intens sepanjang babak kedua, namun dewi fortuna seolah menjauh dari Belgia. Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Mikel Merino muncul sebagai mimpi buruk bagi Belgia lewat gol kemenangannya pada menit ke-88.
Sebelum gol dramatis Merino tercipta, Belgia sebenarnya mampu menjaga asa berkat aksi heroik Courtois di bawah mistar gawang. Penjaga gawang Real Madrid itu tampil perkasa dengan mencatatkan empat penyelamatan krusial yang membuat barisan penyerang Spanyol frustrasi.
Namun, nasib berkata lain. Pada menit ke-70, Courtois terkapar di lapangan akibat cedera paha. Momen saat ia harus ditarik keluar dan digantikan oleh Senne Lammens pada menit ke-71 menjadi salah satu pemandangan paling emosional di turnamen ini.
Tertangkap kamera, Courtois tak kuasa menahan air mata saat berjalan menuju pinggir lapangan. Ia mencoba menyembunyikan kesedihannya dengan jersey, namun tangisnya pecah saat terduduk di bench. Tangis yang merepresentasikan rasa kecewa mendalam karena tidak bisa membantu timnya hingga peluit akhir berbunyi.
Bagi Courtois, Piala Dunia 2026 adalah edisi keempat yang ia ikuti, dengan total 21 penampilan di panggung sepak bola paling bergengsi sejagat. Kegagalan ini sekaligus mengubur impian Belgia untuk menyamai, atau bahkan melampaui, catatan emas mereka saat menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 2018 Rusia.
Spanyol kini melenggang ke babak semifinal dengan kepercayaan diri tinggi, sementara bagi Courtois dan Belgia, Los Angeles akan selalu diingat sebagai tempat di mana mimpi mereka berakhir dengan air mata.
