Portalone.net – Swiss memastikan langkah mereka ke babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026 setelah melewati drama menegangkan melawan Kolombia di Vancouver. Kemenangan melalui adu penalti menjadi klimaks bagi La Nati, menyusul skor kacamata 0-0 yang bertahan sepanjang 120 menit.
Dalam laga yang sengit, eksekutor terakhir Swiss, Ruben Vargas, sukses menuntaskan tugasnya dengan dingin. Ia memastikan tiket delapan besar bagi timnya pencapaian perempat final pertama Swiss dalam kurun waktu lebih dari tujuh dekade sekaligus memulangkan Kolombia yang harus menelan pil pahit akibat kegagalan Davinson Sanchez dan Cucho Hernandez dari titik putih.
Persiapan anak asuh Murat Yakin sempat terganggu oleh hantaman badai cedera. Kabar absennya bintang muda Johan Manzambi karena cedera lutut menjadi pukulan telak yang membuat lini serang Swiss tampak tumpul di babak pertama. Dominasi Kolombia sepanjang 45 menit pembuka memang terlihat, namun minimnya kreativitas membuat upaya mereka sering kandas sebelum mencapai kotak penalti.
Satu-satunya ancaman nyata dari Kolombia di babak pertama lahir lewat tendangan melengkung akurat Gustavo Puerta, yang memaksa Gregor Kobel melakukan penyelamatan heroik di bawah mistar gawang.
Memasuki babak kedua, ketegangan semakin terasa. Luis Suarez, yang diharapkan menjadi pembeda bagi Kolombia, justru membuang peluang emas di pertengahan babak setelah tembakannya melenceng jauh dari sasaran. Sebaliknya, Swiss yang tampil lebih defensif sesekali memberikan ancaman balik melalui Fabian Rieder, namun aksinya mampu diredam oleh kiper Kolombia, Camilo Vargas.
Intensitas meningkat drastis di babak tambahan. Pertandingan berubah menjadi adu nyali; Jhon Lucumi hampir saja membawa Kolombia unggul melalui sundulannya yang sayangnya hanya membentur mistar gawang. Di sisi lain, Zeki Amdouni memberikan ancaman serius yang memicu aksi heroik Camilo Vargas, sementara Jaminton Campaz menyia-nyiakan peluang besar untuk memenangkan pertandingan sebelum adu penalti dimulai.
Dalam babak tos-tosan, keberuntungan akhirnya berpihak pada Swiss. Ketegangan memuncak ketika eksekusi Davinson Sanchez hanya membentur bagian bawah mistar, dan tembakan Cucho Hernandez mampu dibaca dengan sempurna oleh Kobel.
Bagi Swiss, hasil ini bukan sekadar kemenangan, melainkan sebuah pernyataan sejarah. Kini, mereka harus mempersiapkan diri untuk tantangan yang jauh lebih berat: Argentina, yang menanti di babak delapan besar dengan ambisi besar yang sama.
