Portalone.net – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menandatangani perjanjian pembangunan kompleks kedutaan besar baru di Yerusalem pada Selasa (1/7). Penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, dalam sebuah seremoni di kantor Kementerian Luar Negeri Israel.
Dalam pernyataannya, Huckabee menegaskan kembali posisi AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. “Kami akan menancapkan bendera Amerika di tanah Yerusalem untuk kompleks kedutaan permanen yang baru. Ini akan berfungsi sebagai pusat kegiatan diplomatik kami di Israel,” ujar Huckabee, sebagaimana dikutip dari AFP.
Huckabee juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bentuk pengakuan atas signifikansi historis dan religius kota tersebut.
Rencana pembangunan ini kembali menyoroti posisi Yerusalem yang menjadi salah satu isu paling krusial dalam konflik Israel-Palestina. Israel mengklaim seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kotanya sejak 1980, sebuah klaim yang tidak diakui secara luas oleh komunitas internasional.
Di sisi lain, sebagian besar masyarakat internasional serta Dewan Keamanan PBB memandang tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional. Hal ini didasarkan pada prinsip hukum yang melarang negara untuk mengklaim kedaulatan atas wilayah yang direbut melalui jalur peperangan—merujuk pada pendudukan Yerusalem Timur oleh Israel dari Yordania selama Perang 1967.
Keputusan untuk membangun kompleks kedutaan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan luar negeri AS yang berubah signifikan sejak masa pemerintahan pertama Presiden Donald Trump. Pada Desember 2017, Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar AS ke kota tersebut.
Langkah tersebut sempat memicu gelombang kecaman global, karena dinilai mematahkan kebijakan luar negeri AS yang selama beberapa dekade konsisten mendorong agar status akhir Yerusalem ditentukan melalui jalur negosiasi damai antara pihak Israel dan Palestina.
Sesuai rencana, fasilitas diplomatik baru ini akan didirikan di kawasan kompleks Allenby, yang terletak di bagian selatan Yerusalem. Hingga saat ini, status Yerusalem tetap menjadi salah satu titik sengketa paling pelik dalam upaya penyelesaian konflik di kawasan tersebut.