Portalone.net – Amerika Serikat dikabarkan berencana menandatangani dan mengumumkan kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi. Perjanjian bilateral ini membuka peluang bagi Riyadh untuk mengembangkan program energi nuklir sipil dalam jangka panjang.
Berdasarkan laporan The New York Times yang mengutip dua pejabat senior AS, pengumuman resmi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/7). Langkah ini diambil di tengah upaya berkelanjutan Washington dalam meredam ambisi nuklir Iran, serta dinamika keamanan kawasan yang melibatkan ketegangan antara Arab Saudi dan milisi Houthi di Yaman.
Poin Utama Perjanjian:
-
Durasi Kerja Sama: Perjanjian bilateral ini dirancang berlaku selama 30 tahun.
-
Fasilitas Pengayaan Uranium: Memungkinkan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat membangun fasilitas pengayaan uranium di wilayah Arab Saudi, dengan ketentuan jika studi kelayakan bersama menyimpulkan kebutuhan atas fasilitas tersebut.
-
Keuntungan Ekonomi: Pemerintahan Presiden Donald Trump menilai kemitraan ini akan mendatangkan keuntungan finansial bernilai miliaran dolar bagi sektor industri nuklir Amerika Serikat.
Rencana strategis ini memicu gelombang kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk sejumlah anggota Kongres AS dari Partai Republik maupun Demokrat, serta para pejabat Israel. Para penentang mengkhawatirkan risiko pengalihan teknologi program nuklir sipil tersebut menjadi program pengembangan senjata nuklir militer.
Meski demikian, menurut kantor berita AFP, draf kesepakatan tersebut hanya akan diajukan kepada Kongres dalam beberapa hari ke depan tanpa memerlukan proses ratifikasi atau persetujuan resmi dari legislatif AS agar dapat mulai diberlakukan.
