Portalone.net – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melangsungkan pertemuan singkat di Gedung Putih pada Selasa (27/8). Pertemuan ini tercatat sebagai salah satu perjumpaan paling singkat antara kedua pemimpin tersebut.
Berdasarkan laporan media Israel YNet News, pertemuan tersebut berlangsung tanpa sesi tanya jawab dengan awak media. Netanyahu diketahui menginap di Blair House tanpa penyambutan karpet merah lazimnya kepala pemerintahan, serta tanpa agenda diskusi tatap muka empat mata secara mendalam dengan Trump.
Kendati demikian, seorang pejabat senior yang mengetahui jalannya diskusi menyebutkan bahwa pertemuan tersebut tetap berfokus pada isu strategis utama, yakni Iran.
“Pertemuan berfokus ke Iran dan sangat positif,” ujar pejabat tersebut, dikutip dari Ynet News. “Trump dan Netanyahu menegaskan kembali tujuan bersama mereka untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.”
Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu dilaporkan berupaya membujuk Washington untuk meninggalkan opsi kesepakatan damai dengan Teheran. Ia juga hadir ke Ruang Oval untuk memaparkan data intelijen terbaru terkait pemulihan militer dan program nuklir Iran, termasuk aktivitas di fasilitas bawah tanah Gunung Pickaxe, serta membahas berbagai peluang strategis lainnya di kawasan Timur Tengah.
Pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari kedua negara. Dari pihak AS tampak Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Wakil Presiden JD Vance, dan Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff. Sementara itu, delegasi Israel di antaranya didampingi oleh Kepala Dewan Keamanan Nasional Shmuel Ben Ezra, Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter, Kepala Staf Ido Norden, Sekretaris Militer Brigjen Guy Markizano, Caroline Glick, serta Ophir Falk.
Di balik agenda diplomasi tersebut, pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika hubungan kedua negara yang dikabarkan tengah menghangat. Sejumlah pejabat di Washington maupun Tel Aviv menilai tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Netanyahu tengah mengalami tantangan, yang dinilai turut memengaruhi langkah-langkah diplomasi di kawasan.
