Klaim Pertemuan AS-Iran di Doha Memanas, Teheran Tegaskan Fokus pada Implementasi MoU

Presiden Donald Trump mengeklaim adanya permintaan pertemuan bilateral dari pihak Iran yang dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6). (Reuters)

Portalone.net – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat setelah Presiden Donald Trump mengeklaim adanya permintaan pertemuan bilateral dari pihak Iran yang dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6). Namun, klaim tersebut segera dibantah keras oleh otoritas Teheran.

Melalui platform Truth Social pada Senin (29/6), Presiden Trump menyatakan bahwa Iran telah mengajukan permintaan pertemuan. Pernyataan ini diperkuat oleh juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang mengonfirmasi bahwa utusan khusus AS, Steve Witkoff, bersama penasihat Jared Kushner, telah dijadwalkan terbang ke Doha untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Sebaliknya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa kehadiran delegasi ahli Iran di Doha pekan ini sama sekali tidak berkaitan dengan negosiasi bersama AS.

“Kami belum sampai pada tahap negosiasi kesepakatan akhir,” ujar Baghaei sebagaimana dikutip dari AFP. “Dalam beberapa hari mendatang, kami tidak akan mengadakan pertemuan negosiasi dengan pihak AS di tingkat mana pun.”

Fokus pada Implementasi MoU 14 Poin

Baghaei menjelaskan bahwa agenda delegasi Iran di Doha murni ditujukan untuk menindaklanjuti proses teknis terkait nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua negara. MoU sebanyak 14 poin tersebut mulai berlaku sejak 18 Juni, setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Trump.

Pihak Teheran saat ini memprioritaskan realisasi pasal-pasal dalam nota kesepahaman tersebut, terutama terkait aspek ekonomi:

  • Pasal 10: Menyangkut izin ekspor minyak Iran yang telah diterbitkan oleh pihak AS. Iran menyatakan tengah mengawal proses implementasi teknis di lapangan.

  • Pasal 11: Mengenai pelepasan aset Iran yang selama ini dibekukan. Iran menegaskan bahwa delegasi mereka hadir di Doha untuk memastikan proses ini berjalan sesuai koridor yang disepakati.

Cakupan Kesepakatan

Memorandum yang menjadi landasan dialog saat ini mencakup poin-poin krusial bagi stabilitas kawasan, di antaranya:

  • Keamanan Kawasan: Penghentian operasi militer dan gencatan senjata (Pasal 1), serta koordinasi navigasi di Selat Hormuz (Pasal 5).

  • Situasi Lebanon: Pengaturan terkait penarikan pasukan Israel di front Lebanon (Pasal 4).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Gedung Putih terkait bantahan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran mengenai pertemuan bilateral tersebut. Fokus utama pengamat saat ini tertuju pada apakah delegasi kedua negara akan benar-benar bertemu secara tidak resmi di Doha, atau tetap menjaga jarak diplomatik sesuai pernyataan resmi Teheran.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan