Ketegangan AS-Iran Memuncak: Bahrain Kecam Serangan Drone di Wilayahnya

Bahrain mengecam keras serangan drone yang diduga berasal dari Iran pada Sabtu (27/6) dini hari. (AFP)

Portalone.net – Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Bahrain mengecam keras serangan drone yang diduga berasal dari Iran pada Sabtu (27/6) dini hari. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani perjanjian damai guna mengakhiri konflik empat bulan di Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Bahrain dalam pernyataan resminya menyebut serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara.” Pihak Manama menegaskan bahwa insiden ini merupakan upaya sabotase terhadap proses perdamaian yang tengah dibangun dan menyatakan berhak melakukan langkah pertahanan diri. Perlu diketahui, Bahrain merupakan negara mitra strategis yang menjadi pangkalan bagi Armada Kelima Angkatan Laut AS.

Saling Tuduh Pelanggaran Perjanjian

Di sisi lain, Teheran menolak tuduhan tersebut dan justru menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang melanggar kesepakatan damai terlebih dahulu. Iran mengklaim serangan drone yang mereka lakukan merupakan tindakan defensif sebagai respons atas serangan udara AS pada Jumat (26/6) terhadap fasilitas pengawasan pantai di wilayah selatan Iran.

Teheran menyebut serangan AS tersebut sebagai tindakan “barbar” yang melanggar Piagam PBB. Meski demikian, Iran belum memberikan detail spesifik mengenai lokasi target serangan balasan mereka terhadap aset-aset AS di Teluk.

Respons AS dan Eskalasi di Jalur Vital

Washington menyatakan bahwa serangan udara yang mereka lancarkan pada Jumat lalu merupakan tindakan balasan atas serangan drone Iran terhadap sebuah kapal kargo di Selat Hormuz jalur perairan yang krusial bagi pasokan energi global.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan Iran mengenai serangan balasan terhadap target-target Amerika.

Eskalasi militer ini menjadi ujian berat bagi perjanjian damai yang baru saja disepakati. Publik internasional kini menanti langkah diplomatik lanjutan dari kedua negara untuk mencegah kembalinya konflik berskala luas di kawasan tersebut.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan