Trump Puji Peran China dan Rusia dalam Damai AS-Iran, Sentil Keras Netanyahu

PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto/getty image)

Portalone.netPresiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan apresiasi terbuka kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin atas kontribusi signifikan keduanya dalam memediasi proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul tercapainya kesepakatan damai pada Minggu (14/6) untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Di sisi lain, Trump justru menunjukkan sikap berseberangan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia melontarkan kritik tajam atas perilaku Netanyahu yang dianggap menghambat jalannya perundingan selama beberapa pekan terakhir.

Kritik Terhadap Netanyahu

Dalam wawancara eksklusif melalui telepon dengan The New York Times, Trump secara blak-blakan menyebut Netanyahu sebagai sosok yang “sangat sulit” diajak bekerja sama. Menurut Trump, PM Israel tersebut seharusnya menunjukkan rasa terima kasih atas upaya diplomasi Washington, yang menurutnya menjadi jaminan keamanan vital bagi Israel.

“Dia orang yang sangat sulit. Dan jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam,” tegas Trump.

Trump mengakui bahwa intensitas serangan militer Israel ke Lebanon dalam kurun waktu terakhir sempat memicu frustrasi di Gedung Putih. Tindakan tersebut dinilai berulang kali membahayakan stabilitas negosiasi yang sedang dibangun antara Washington dan Teheran.

Peran Mediasi Xi Jinping dan Putin

Berbeda dengan sikapnya terhadap Israel, Trump memberikan kredit positif kepada kepemimpinan Xi Jinping dan Vladimir Putin. Keduanya dinilai berperan aktif dalam mendorong penyelesaian damai yang krusial bagi stabilitas kawasan Timur Tengah tersebut.

Meskipun detail resmi mengenai kesepakatan ini belum dirilis ke publik, kesuksesan negosiasi ini dipandang sebagai pergeseran diplomatik besar. Trump sebelumnya telah mengumumkan via Truth Social bahwa “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran saat ini telah lengkap.”

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai rincian kesepakatan tersebut. Meski demikian, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara resmi dijadwalkan akan dilaksanakan pada Jumat (19/6) mendatang di Swiss.

Perkembangan ini menandai babak baru dalam geopolitik Timur Tengah, di mana pengaruh kekuatan besar seperti China dan Rusia kian terlihat dalam upaya meredam konflik yang selama ini melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan