JAMBI, Portalone.net – Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bersiap menyambut perayaan Idul Adha 1447 H yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Sebagai salah satu ibadah puncak pada hari raya kurban, salat Idul Adha memiliki kedudukan yang sangat istimewa.
Salat Idul Adha hukumnya adalah sunnah muakkadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh mayoritas ulama, termasuk dalam mazhab Malikiyyah dan Syafi’iyyah. Untuk memastikan kekhusyukan dan kesesuaian ibadah dengan tuntunan syariat, berikut adalah panduan lengkap tata cara salat Idul Adha merujuk pada Panduan Lengkap Shalat Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha karya Ustadz DR. Firanda Andirja.
Waktu dan Keutamaan Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan salat Idul Adha dimulai sejak terbitnya matahari hingga tergelincir (zawal). Waktu yang paling utama adalah saat matahari telah meninggi setinggi tombak.
Berbeda dengan Idul Fitri, umat Islam sangat dianjurkan untuk menyegerakan pelaksanaan salat Idul Adha. Langkah ini bertujuan agar durasi waktu bagi masyarakat untuk melakukan penyembelihan hewan kurban menjadi lebih luas dan leluasa.
Niat Salat Idul Adha
Sebelum memulai salat, setiap individu disunnahkan untuk melafalkan niat di dalam hati sesuai dengan kedudukannya:
-
Sebagai Imam: Ushalli sunnatan li ‘iidil adha rak’ataini imaaman lillahi ta’ala. (“Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”)
-
Sebagai Makmum: Ushalli sunnatan li ‘iidil adha rak’ataini ma’muuman lillahi ta’ala. (“Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”)
Tata Cara Salat
Salat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir zawaid (tambahan) pada setiap rakaatnya.
Rakaat Pertama
- Takbiratul Ihram: Memulai salat sebagaimana salat pada umumnya.
- Doa Istiftah: Membaca doa pembuka setelah takbiratul ihram.
- Takbir Zawaid: Melakukan takbir tambahan sebanyak 7 kali sebelum membaca Al-Fatihah. Disunnahkan mengangkat tangan pada setiap takbir tambahan tersebut.
- Ta’awwudz dan Al-Fatihah: Membaca ta’awwudz, dilanjutkan dengan surah Al-Fatihah.
- Membaca Surat: Disunnahkan membaca Surat Qaaf atau Surat Al-A’la.
- Rukuk dan Sujud: Menyelesaikan rakaat pertama sesuai dengan gerakan salat standar.
Rakaat Kedua
- Takbir Bangkit: Berdiri untuk rakaat kedua dengan takbir seperti biasa.
- Takbir Zawaid: Melakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah.
- Al-Fatihah dan Surat: Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan Surat Al-Qomar atau Surat Al-Ghasyiyah.
- Penyelesaian: Melanjutkan rukuk, i’tidal, sujud, tasyahud, hingga salam.
Catatan: Takbir tambahan (zawaid) hukumnya sunnah. Jika tertinggal, baik disengaja maupun lupa, tidak membatalkan salat.
Ketentuan Khutbah
Khutbah Idul Adha dilaksanakan secara berurutan setelah salat selesai. Merujuk pada riwayat Bukhari (no. 4895) dan Muslim (no. 884), Rasulullah SAW beserta para sahabatnya selalu melaksanakan salat terlebih dahulu sebelum khutbah.
Terkait kehadiran saat khutbah, mendengarkan khutbah Idul Adha hukumnya adalah sunnah. Rasulullah SAW memberikan kelonggaran bagi jamaah: “Kami akan berkhutbah. Barangsiapa yang suka duduk mendengarkan khutbah, duduklah. Barangsiapa yang ingin kembali, silakan kembali.”
Dengan memahami tata cara yang benar, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah Idul Adha 1447 H dengan lebih tertib, khusyuk, dan sesuai dengan tuntunan sunnah.
