JAMBI, Portalone.net – Suasana hangat menyelimuti Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (27/5/2026). Usai menunaikan salat Idul Adha di Masjid Agung Al-Falah, Gubernur Jambi, Dr. Al Haris, S.Sos, MH, membuka pintu kediaman resminya untuk menyambut warga dan pejabat dalam acara open house.
Sejak pukul 08.30 WIB, halaman rumah dinas sudah dipadati tamu. Gubernur Al Haris didampingi sang istri, Hj. Hesnidar Haris, menyambut para tamu dengan senyum ramah. Keduanya tampak sabar bersalaman dan bertegur sapa dengan warga yang mengantre demi bermaaf-maafan di hari yang suci ini.
Tak hanya warga, sejumlah tokoh penting hadir dalam kesempatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz beserta istri, unsur Forkopimda, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.PdI, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH, hingga jajaran kepala OPD.
Para tamu yang hadir tampak larut dalam sukacita sambil menikmati sajian khas hari raya. Mulai dari nasi minyak, kari kambing, sate, hingga deretan kue tradisional Jambi disuguhkan secara prasmanan. Di sela-sela menerima tamu, Ibu Gubernur, Hj. Hesnidar Haris, tampak turun langsung memastikan kenyamanan para tamu dan ketersediaan santapan.
Selain bersilaturahmi, dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Al Haris juga meninjau langsung proses penyembelihan hewan kurban di lingkungan rumah dinas. Tahun ini, sebanyak tiga ekor sapi dan satu ekor kambing dikurbankan.
Pesan Bijak di Hari Raya
Di sela acara, Hj. Hesnidar Haris berbagi pesan reflektif tentang makna Idul Adha. Ia mengajak masyarakat untuk memaknai hari raya ini sebagai momentum mempertebal keikhlasan dan rasa syukur dalam menghadapi tantangan hidup.
“Saat ini kita harus memaknai Idul Adha sebagai momentum untuk merefleksikan diri agar menjadi manusia yang lebih baik dan bijaksana, serta mampu menambah wawasan diri dengan hal-hal yang membawa kita kepada kebaikan,” ujar Hesnidar.
Ia juga menyoroti fenomena penggunaan smartphone di kalangan generasi muda yang dinilainya dapat menggeser nilai-nilai moral jika tidak dibarengi dengan kebijakan.
“Saya inginnya dunia tidak ada handphone, tetapi itu tidak mungkin karena kita menikmati kemajuan teknologi. Namun, pergeseran nilai kehidupan bisa saja terjadi karena pengaruh internet,” tuturnya.
Hesnidar pun menitipkan pesan khusus kepada generasi muda agar lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi. Ia berharap gadget digunakan untuk hal-hal produktif, seperti menimba ilmu dan menebar kebaikan.
“Bukalah handphone untuk hal-hal yang menuju kepada kebaikan, tebarkan kebaikan,” pungkasnya.
