Portalone.net – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeklaim bahwa angkatan udara negaranya telah berhasil menjatuhkan sedikitnya 15.000 bom di berbagai kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Katz menyatakan bahwa rangkaian serangan udara masif tersebut berhasil melumpuhkan sejumlah wilayah tanpa mampu dihalau oleh sistem pertahanan udara Iran.
Intensitas Serangan Meningkat 4 Kali Lipat
Melansir Al Jazeera, serangan besar-besaran ini merupakan bagian dari operasi gabungan antara Israel dan Amerika Serikat yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Jumlah amunisi yang dilepaskan kali ini tergolong fantastis. Total 15.000 bom tersebut disebut-sebut mencapai empat kali lipat dari volume serangan yang dijatuhkan Israel ke Iran pada konflik serupa tahun lalu.
Dalam pernyataan pers bersama Kepala Staf Angkatan Darat Eyal Zamir, Katz menegaskan bahwa Tel Aviv telah menyetujui cetak biru untuk serangkaian serangan lanjutan.
“Kami telah menyetujui rencana serangan baru yang menargetkan posisi di Iran dan Lebanon,” ujar Katz dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Balasan Iran Melalui Operasi “True Promise 4”
Di sisi lain, Teheran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan telah meluncurkan operasi balasan yang diberi nama True Promise 4.
Berbeda dengan klaim Israel, IRGC menyatakan fokus serangan mereka adalah menargetkan aset-aset militer Israel yang berada di Jalur Gaza, Palestina, serta wilayah utara.
“Operasi ini adalah awal dari penargetan titik-titik kumpul pasukan Zionis di Palestina utara dan Jalur Gaza,” tulis pernyataan resmi IRGC sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor.
Pusat Komando di Safed Terkena Dampak
Laporan dari pihak Iran menyebutkan bahwa gelombang serangan mereka berhasil mengenai titik strategis, termasuk pusat komando militer Israel di kota Safed.
“Titik-titik strategis dan pusat-pusat militer (Israel) terkena dampak signifikan,” lanjut pernyataan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di perbatasan dan wilayah udara kedua negara masih dalam status siaga tinggi. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah total korban jiwa dari kedua belah pihak akibat eskalasi besar-besaran ini.
