Portalone.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat signifikan pada perdagangan Senin (23/2/2026). Sentimen positif datang dari Amerika Serikat (AS) terkait pembatalan kebijakan tarif global yang memberikan angin segar bagi pasar modal Asia.
Melansir data RTI Business, IHSG parkir di level 8.384,21 atau naik 1,36 persen (112,8 poin) dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang hari ini, indeks bergerak stabil di zona hijau dengan level tertinggi mencapai 8.410.
Penguatan IHSG hari ini tak lepas dari dinamika hukum di Washington. Mahkamah Agung AS secara resmi membatalkan sebagian besar kebijakan tarif global yang sebelumnya diinisiasi oleh Presiden Donald Trump melalui mandat International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).
Keputusan ini dinilai pasar sebagai langkah krusial untuk menurunkan tensi perang dagang yang sempat menekan rantai pasok global dalam beberapa bulan terakhir.
“Pembatalan tarif oleh Mahkamah Agung AS menjadi katalis utama. Investor melihat ada peluang normalisasi arus perdagangan, yang langsung direspons positif oleh bursa-bursa di kawasan Asia, termasuk Indonesia,” ujar Analis Senior PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian.
Meski demikian, pasar tetap memantau langkah balasan dari Gedung Putih. Presiden Trump dilaporkan berencana menaikkan tarif sementara menjadi 15 persen sebagai bentuk respons atas keputusan pengadilan tersebut.
Namun, posisi Indonesia dinilai lebih kuat dibandingkan negara mitra dagang AS lainnya. Hal ini menyusul tercapainya kesepakatan bilateral yang memberikan fasilitas tarif 0 persen untuk 1.819 produk ekspor unggulan asal Indonesia ke pasar Negeri Paman Sam.
“Indonesia punya ‘benteng’ tersendiri berkat perjanjian tarif 0 persen tersebut. Ini membuat emiten manufaktur dan komoditas kita memiliki daya saing yang lebih tinggi di tengah ketidakpastian global,” lanjut Azharys.
Sektor Basic Industry Pimpin Penguatan
Secara sektoral, indeks sektor industri dasar (basic industry) menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan sebesar 3,66 persen. Disusul oleh sektor finansial yang tetap kokoh menjadi penopang indeks.
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan signifikan (top gainers) di antaranya:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 6,32 persen ke Rp 9.250.
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 5,87 persen ke Rp 10.375.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,95 persen ke Rp 1.165.
Di sisi lain, saham-saham blue chip perbankan seperti BBRI dan BBCA juga mencatatkan aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing, yang menambah tenaga bagi penguatan IHSG hari ini.
Proyeksi Besok
Analis memprediksi IHSG pada perdagangan Selasa (24/2/2026) masih berpeluang menguat terbatas untuk menguji level psikologis 8.400. Namun, investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas global, terutama terkait perkembangan ketegangan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi harga energi dunia.
