Donald Trump Borong Obligasi Netflix senilai Rp 17,2 Miliar di Tengah Panasnya Akuisisi Warner Bros

Ilustrasi Donald Trump borong obligasi Netflix. (Foto: Portalone.net)

Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah membeli obligasi (surat utang) perusahaan streaming raksasa, Netflix Inc (NFLX.O), dengan nilai total lebih dari 1,1 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 17,2 miliar (asumsi kurs Rp 15.700 per dollar AS).

Langkah investasi ini terungkap melalui dokumen pengungkapan keuangan pemerintah yang dirilis baru-baru ini. Menariknya, transaksi tersebut dilakukan saat Netflix tengah bersaing ketat dengan Paramount Skydance (PSKY.O) untuk memperebutkan kepemilikan Warner Bros Discovery (WBD.O).

Berdasarkan laporan Reuters, Trump melakukan pembelian dalam beberapa tahap selama tiga bulan terakhir:

• Desember 2025: Trump membeli obligasi Netflix senilai lebih dari 500.000 dollar AS dalam dua kali transaksi, yakni pada tanggal 12 dan 16 Desember.

• Januari 2026: Penambahan posisi kembali dilakukan dengan nilai lebih dari 600.000 dollar AS melalui dua transaksi pada tanggal 2 dan 20 Januari.

Meskipun angka pasti tidak disebutkan secara spesifik karena aturan pelaporan yang menggunakan sistem rentang (range), nilai total investasi Trump diperkirakan berada di angka 1,1 juta dollar AS hingga 2,25 juta dollar AS (sekitar Rp 17,2 miliar hingga Rp 35,3 miliar).

Sorotan Isu Etika dan Regulasi

Investasi ini memicu perdebatan di Washington, mengingat posisi Trump sebagai Presiden memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan antimonopoli (antitrust). Pada saat transaksi terjadi, Netflix sedang berupaya mengakuisisi Warner Bros Discovery dalam kesepakatan bernilai 83 miliar dollar AS.

Trump sendiri sempat melontarkan komentar pada Desember lalu bahwa dirinya akan “terlibat dalam keputusan” terkait pengawasan merger tersebut, sembari menyatakan kekhawatiran atas dominasi pasar jika Netflix berhasil menguasai Warner Bros.

Namun, pada akhirnya Netflix memutuskan mundur dari persaingan setelah menolak untuk menaikkan tawaran mereka. Warner Bros Discovery secara resmi jatuh ke tangan Paramount Skydance dengan nilai kesepakatan mencapai 110 miliar dollar AS.

Tanggapan Gedung Putih

Menanggapi potensi konflik kepentingan, pihak Gedung Putih memberikan klarifikasi resmi. Seorang juru bicara menegaskan bahwa seluruh portofolio investasi Presiden dikelola sepenuhnya oleh lembaga keuangan pihak ketiga secara independen.

“Presiden maupun anggota keluarga tidak memiliki wewenang untuk mengarahkan, memengaruhi, atau memberikan masukan mengenai aset spesifik yang dibeli atau dijual dalam portofolio tersebut,” tulis pernyataan tersebut.

Pihak Gedung Putih juga menambahkan bahwa investasi pada obligasi Netflix merupakan bagian dari strategi model portofolio otomatis yang mengikuti indeks pasar tertentu, dan bukan atas instruksi pribadi sang Presiden.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini